Phillip Island Kehilangan MotoGP dan WorldSBK, Supercars Jadi Penyelamat
Baca dalam 60 detik
- Sirkuit Phillip Island akan kehilangan MotoGP dan WorldSBK, tetapi Supercars memastikan kembali dari 2027 hingga 2031.
- Keputusan Liberty Media memindahkan MotoGP ke Adelaide menandai pergeseran strategi ke pusat kota, sementara WorldSBK pindah ke The Bend Motorsport Park.
- Dengan kontrak lima tahun, Phillip Island tetap menjadi tuan rumah balap mobil dan berpotensi menjadi magnet ekonomi baru bagi wilayah Victoria.

Sirkuit Phillip Island, salah satu venue ikonik dalam kalender MotoGP, dipastikan tidak akan gelap gulita setelah ditinggal dua ajang balap motor bergengsi. Kejuaraan Supercars Australia resmi mengumumkan kembalinya mereka ke sirkuit tersebut pada Kamis (15/10), dengan kontrak multi-tahun yang berlaku dari 2027 hingga 2031. Kesepakatan ini menjadi penawar keraguan atas masa depan sirkuit yang sempat dikabarkan akan dialihfungsikan menjadi lapangan golf.
Kepergian MotoGP dari Phillip Island sudah dijadwalkan akhir pekan ini, saat Australian Grand Prix digelar untuk terakhir kalinya di sana. Sejak 1997, sirkuit sepanjang 4,4 km itu nyaris tanpa jeda menjadi tuan rumah, kecuali pada 1989 dan 1990. Namun, berbagai kendala akses, keterbatasan akomodasi di pulau, dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat MotoGP memilih lokasi baru. Mulai 2027, Australian GP akan digelar di Adelaide pada 12-14 November, mengikuti pola Liberty Media yang ingin mendekatkan balapan ke pusat kota.
Bukan hanya MotoGP yang hengkang. World Superbike Championship (WorldSBK), yang juga dikelola MotoGP Sports Entertainment Group (dahulu Dorna), akan menggelar putaran terakhirnya di Phillip Island pada 19-21 Februari 2027 sebagai pembuka musim. Setelah itu, mulai 2028 WorldSBK pindah ke The Bend Motorsport Park, sekitar 100 km dari Adelaide. Kepergian dua ajang motor ini sempat memicu kekhawatiran serius, terutama setelah desainer sirkuit Bob Barnard dalam surat terbuka kepada penggemar motorsport memperingatkan bahwa Phillip Island terancam hilang dan berpotensi disulap menjadi lapangan golf.
Kabar baiknya, Supercars tidak hanya kembali sebagai ajang reguler. Phillip Island akan menjadi tuan rumah putaran 'Finals' dalam tiga seri penentuan juara di akhir musim. Ini menempatkan sirkuit tersebut di jantung perebutan gelar, sebuah peran strategis yang belum tentu dimiliki sirkuit lain. Terakhir kali Supercars berlaga di Phillip Island adalah pada 2019, sehingga kembalinya mereka pada 2027 bertepatan dengan perayaan 30 tahun kejuaraan touring car Australia tersebut.
"Saat kami merayakan 30 tahun Supercars pada 2027, rasanya sangat tepat untuk kembali ke Phillip Island, sirkuit yang menjadi bagian dari kejuaraan kami pada 1997 dan memiliki tempat istimewa dalam sejarah olahraga ini," ujar Executive Chairman Supercars Barclay Nettlefold.
Nettlefold menambahkan bahwa Phillip Island adalah venue ikonik yang telah melahirkan banyak momen berkesan bagi Supercars, dan pihaknya antusias menyambut babak baru bagi penggemar, tim, dan pembalap. Pernyataan ini menegaskan komitmen Supercars untuk menjaga denyut balap di pulau tersebut, meski harus kehilangan dua event motor besar.
Bagi Indonesia, keputusan ini bisa menjadi cermin bagaimana sirkuit balap dikelola agar tetap berkelanjutan. Phillip Island menghadapi tantangan klasik: lokasi terpencil, akses terbatas, dan cuaca ekstrem. Sirkuit seperti Mandalika di Lombok juga bergulat dengan isu serupa, terutama soal konektivitas dan akomodasi. Ketika MotoGP memilih mendekat ke pusat kota demi penonton dan sponsor, pengelola sirkuit di Indonesia perlu memikirkan strategi jangka panjang agar tidak bergantung pada satu ajang. Diversifikasi event, seperti yang dilakukan Phillip Island dengan Supercars, menjadi pelajaran berharga.
Ke depan, Phillip Island akan tetap hidup sebagai arena balap mobil, tetapi akankah itu cukup untuk mempertahankan pamornya di kancah motorsport global? Supercars memang punya basis penggemar loyal di Australia, namun kehilangan MotoGP dan WorldSBK jelas mengurangi eksposur internasional. Jika sirkuit ini mampu membuktikan bahwa event mobil bisa mendatangkan penonton dan pendapatan setara, bukan tidak mungkin ada kejuaraan lain yang melirik. Sebaliknya, jika tidak, tekanan untuk mengalihfungsikan lahan bisa kembali muncul. Yang jelas, lima tahun ke depan akan menjadi ujian bagi Phillip Island untuk membuktikan bahwa dirinya masih relevan.



