Alex Palou Taklukkan Debut Indy NXT di IMS, Sinyal Bahaya bagi Rookie
Baca dalam 60 detik
- Juara lima kali IndyCar, Alex Palou, langsung tercepat pada sesi tes Indy NXT di Sirkuit Road IMS dengan catatan 1 menit 14,5050 detik.
- Dominasi Palou di atas 22 pembalap menunjukkan adaptasi cepat, sementara pembalap muda seperti Kucharczyk dan Taylor harus waspada.
- Tes ini menjadi tolok ukur persiapan menuju musim 2027 dan membuka peluang kolaborasi lintas generasi di Chip Ganassi Racing.

Alex Palou membuktikan kelasnya bukan hanya di IndyCar. Pada tes Indy NXT di Indianapolis Motor Speedway (IMS) road course, Jumat (waktu setempat), pembalap Chip Ganassi Racing itu langsung menorehkan waktu tercepat meski baru pertama kali mengendarai mobil Indy NXT. Catatan 1 menit 14,5050 detik di lintasan 2,439 mil, 14 tikungan, menempatkannya di puncak klasemen 22 pembalap yang mengikuti Chris Griffis Memorial Test.
Tes tahunan ini digelar untuk mengenang Chris Griffis, mantan manajer tim Schmidt Peterson Motorsports yang wafat pada September 2011. Bagi Palou, hasil ini di luar dugaan. โRasanya aneh, tapi menyenangkan. Saya seperti rookie sungguhan,โ ujarnya. โSaya tidak menyangka bisa jadi yang tercepat.โ
Di posisi kedua, Tymek Kucharczyk dari HMD Motorsports mencatat 1 menit 14,8209 detik. Pembalap Polandia itu tampil impresif sepanjang musim 2026 dengan finis ketiga di klasemen dan dua kemenangan, termasuk di sirkuit ini pada 9 Mei dan di Laguna Seca pada 6 September. Max Taylor dari Andretti Global melengkapi tiga besar dengan 1 menit 14,8453 detik.
Menariknya, Palou mengaku mengikuti perkembangan Alessandro de Tullio, rekan setimnya di Chip Ganassi Racing yang musim lalu berlaga di Indy NXT bersama AJ Foyt Racing. De Tullio mencatat dua kemenangan dan delapan pole position, dan pada tes ini finis keenam dengan 1 menit 15,0009 detik. โDe Tullio adalah referensi hebat. Dia sangat cepat sepanjang tahun, dan saya banyak belajar darinya,โ kata Palou.
โSaya suka mengendarai mobil apa pun. Ini berbeda dari yang biasa saya kendarai, tapi banyak pelajaran. Anak-anak muda di sini sangat cepat. Saya tidak akan turun balapan, tapi untuk sesi tes, 100 persen,โ ujar Palou.
Keputusan Palou untuk menjajal Indy NXT bukan tanpa alasan. Ia ingin merasakan langsung kompetisi junior yang selama ini menjadi ladang talenta IndyCar. โSaya pikir banyak orang mengira ini seperti olahraga lain di mana levelnya jauh di bawah. Ternyata sulit,โ tambahnya. Tes ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para rookie seperti Max Garcia, yang menjadi pemenang termuda kedua dalam sejarah Indy NXT setelah menang di Milwaukee Mile pada 30 Agustus, dan Jack Beeton, yang finis kelima.
Bagi Chip Ganassi Racing, kehadiran Palou di Indy NXT memberi perspektif baru. Tim bisa mengevaluasi performa mobil Indy NXT sekaligus membandingkan gaya membalap juara IndyCar dengan pembalap muda. Ini juga menjadi sinyal bahwa Ganassi serius mengembangkan program pembinaan pembalap, terutama setelah de Tullio bergabung.
Meski demikian, hasil tes tidak selalu berkorelasi dengan performa balapan sesungguhnya. Indy NXT memiliki karakteristik mobil dan kompetisi yang berbeda, di mana pembalap muda seperti Kucharczyk dan Taylor telah memiliki jam terbang lebih banyak. Palou sendiri menegaskan tidak berniat turun balapan di seri ini, setidaknya untuk saat ini.
Ke depan, tes ini bisa menjadi tolok ukur bagi tim-tim IndyCar dalam memantau talenta muda. Dengan dominasi Palou, para pembalap Indy NXT mendapat tantangan tersendiri: apakah mereka mampu menyaingi pembalap sekelas juara IndyCar, atau justru sebaliknya, Palou menunjukkan bahwa kelas pembalap top tetap tak tergoyahkan. Musim 2027 akan menjadi jawabannya.



