Video Lando Norris 'Cari Lance' Viral, Sorotan Etika Pembalap di Tengah Tekanan Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Klip Lando Norris yang diduga menyindir Lance Stroll usai GP Singapura telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali di X, memicu perdebatan keras di media sosial.
- Insiden ini memperlihatkan sisi lain tekanan yang dihadapi pembalap McLaren setelah hasil buruk di sprint dan grand prix, dengan selisih poin konstruktor yang menipis.
- Baik Norris maupun Stroll belum memberikan tanggapan resmi, sementara McLaren bersiap ke Austin dengan keunggulan tipis atas Red Bull.

Lando Norris kembali menjadi perbincangan, bukan karena aksi di lintasan, melainkan sebuah video yang beredar luas di media sosial. Rekaman yang diunggah oleh akun penggemar MV3daily pada malam balapan GP Singapura itu menampilkan pembalap McLaren tersebut sedang berada di keramaian bersama pembalap Haas, Ollie Bearman. Dalam klip berdurasi singkat, Norris terdengar berseru, "Where's Lance, where's Lance?" โ sebuah pertanyaan yang oleh banyak pengamat F1 ditafsirkan sebagai sindiran kepada Lance Stroll dari Aston Martin.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali di platform X, dengan sekitar 19.000 suka dan 564 balasan. Akun MV3daily sendiri dalam keterangannya menulis, "Lance mungkin bukan pembalap terbaik di grid, tapi setidaknya jagalah kesopanan." Salah satu balasan yang mendapat lebih dari 5.000 suka bahkan menyindir situasi humas Norris dengan guyon, "PR manager-nya sedang berjuang keras." Diskusi yang memanas sempat membuat akun tersebut mengimbau warganet untuk menenangkan diri pada hari berikutnya.
Stroll sendiri sedang menjalani musim yang sulit. Ia belum mengoleksi satu poin pun dan menjadi pembalap pertama yang mencatat 100 kali tersingkir di sesi kualifikasi Q1. Namun, sorotan publik justru mengarah pada Norris, yang dianggap kurang menunjukkan empati di tengah keterpurukan rivalnya. Baik Norris maupun Stroll belum memberikan komentar resmi terkait video tersebut.
Insiden ini bukan sekadar riak kecil di paddock. Bagi Norris, yang sedang berjuang mempertahankan posisi di papan atas, sorotan negatif di luar lintasan bisa menjadi distraksi. Apalagi, akhir pekan di Singapura memang berat: pada sprint Sabtu, ia dan rekan setimnya, Oscar Piastri, bertabrakan di Tikungan 5 pada lap terakhir saat memperebutkan posisi keempat. Piastri gagal finis, sementara Norris harus puas finis kedelapan dan hanya membawa pulang satu poin.
Keesokan harinya, Norris mengakui kesalahannya. "Itu murni kesalahan saya, dan saya mengecewakan tim. Saya sudah meminta maaf kepada semuanya, dan saya akan berbuat lebih baik lagi," ujarnya seperti dikutip Motorsport.com. Meski finis keempat di grand prix, ia tetap tertinggal jauh dari Verstappen yang keluar sebagai pemenang.
Di klasemen pembalap, Norris kini menempati peringkat keenam dengan 201 poin. Sementara itu, McLaren harus waspada karena Red Bull terus mendekat di klasemen konstruktor. Selisih tujuh poin menjelang seri Austin menjadi alarm bahwa konsistensi dan fokus menjadi harga mati.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dinamika di paddock seperti ini menjadi tontonan tersendiri. Mereka yang mengikuti perkembangan McLaren dan Red Bull tentu berharap insiden viral ini tidak mengganggu performa Norris di lintasan. Apalagi, seri Amerika Serikat di Austin pada 23โ25 Oktober nanti akan menjadi ujian berikutnya bagi tim yang bermarkas di Woking tersebut.
Pertanyaannya, akankah Norris dan Stroll angkat bicara? Atau justru rivalitas di lintasan yang akan menjawab segalanya?



