Gearbox Alpine F1 2024 Dilelang, Bisa Jadi Pajangan Mewah di Ruang Tamu
Baca dalam 60 detik
- F1 Authentics melelang gearbox carrier bekas balap Alpine 2024 yang dipasangkan sayap belakang berspesifikasi balap, lengkap dengan segel FIA dan flap DRS yang masih berfungsi.
- Lot ini bagian dari 'The Austin Auction' dan tawaran pembukaan telah mencapai sekitar 2.356 dolar AS, meski musim 2024 Alpine hanya finis keenam di klasemen konstruktor.
- Kolektor Indonesia berpeluang memiliki artefak F1 otentik, tetapi harus mendaftar di platform dan bersaing dengan penggemar global; nilai investasinya bergantung pada keunikan dan kondisi barang.

Penggemar Formula 1 dengan kantong tebal mendapat kesempatan langka: sebuah komponen mobil balap Alpine dari musim 2024 akan dilelang, bukan sebagai rongsokan, melainkan sebagai instalasi pajangan ruangan yang siap memikat tamu. F1 Authentics, platform resmi memorabilia F1, membuka penawaran untuk gearbox carrier yang pernah dipakai balapan, dipasangkan dengan sayap belakang berspesifikasi balap dan dudukan khusus.
Lot bertajuk BWT Alpine Formula 1 Team 2024 Race-Used Gearbox Carrier & Rear Wing Assembly ini menjadi bagian dari 'The Austin Auction'. Hanya gearbox carrier yang diklaim benar-benar digunakan dalam balapan; sayap belakangnya merupakan suku cadang dengan spesifikasi balap. Keduanya terbuat dari serat karbon dan logam, dengan warna khas BWT—merah muda dan biru—serta logo Castrol di endplate.
Yang membuatnya istimewa, gearbox carrier masih menyandang segel FIA asli, sementara flap DRS pada sayap belakang masih bisa dibuka-tutup. Bagi kolektor, ini bukan sekadar hiasan: segel FIA menjadi semacam sertifikat keaslian bahwa komponen tersebut terlibat dalam kompetisi resmi. Namun perlu dicatat, hanya gearbox carrier yang berstatus race-used; sayap belakang meski identik dengan yang dipakai di lintasan, bukan bagian yang mencatat sejarah balapan secara langsung.
Musim 2024 memang bukan tahun gemilang bagi Alpine. Tim berbasis di Enstone itu memulai dengan kesulitan, tetapi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat enam konstruktor. Momen puncaknya terjadi di Grand Prix Sao Paulo yang diguyur hujan, ketika Ocon dan Gasly—saat itu duo Prancis—menyelesaikan balapan di posisi kedua dan ketiga. Prestasi ini memberi konteks emosional bagi lot lelang: komponen yang dilelang berasal dari musim yang naik-turun, tetapi tetap menghasilkan dua podium.
Bagi publik Indonesia, lelang ini lebih dari sekadar jual-beli barang antik. Ajang F1 semakin diminati di Tanah Air, terutama setelah seri MotoGP Mandalika dan geliat komunitas balap lokal. Memiliki artefak F1 otentik bisa menjadi simbol status sekaligus investasi alternatif di tengah pasar aset koleksi yang berkembang. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: biaya pengiriman internasional untuk komponen sebesar ini tidak murah, lalu ada bea masuk dan pajak impor yang harus ditanggung pembeli. Belum lagi soal perawatan—serat karbon dan logam bisa teroksidasi jika tidak disimpan dengan benar.
“Barang seperti ini punya nilai sentimen tinggi bagi penggemar berat, tetapi nilai likuiditasnya tidak seketat aset finansial. Kuncinya ada pada keaslian dokumen dan kondisi fisik,” ujar seorang kolektor memorabilia olahraga yang enggan disebutkan namanya.
F1 Authentics sendiri dikenal sebagai kanal resmi yang menawarkan potongan mobil, seragam tim, hingga helm pembalap. Lelang ini menambah panjang daftar memorabilia yang bisa dimiliki publik, setelah sebelumnya berbagai komponen dari tim lain juga dilelang. Bagi Alpine, langkah ini sekaligus memperkuat keterikatan penggemar di tengah persaingan ketat di lintasan.
Ke depan, pertanyaannya: akankah lelang ini menarik minat kolektor dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, atau tetap didominasi pembeli Eropa dan Amerika? Yang jelas, batas waktu penawaran semakin dekat. Bagi yang berminat, mendaftar di platform F1 Authentics menjadi langkah awal sebelum bersaing memperebutkan sepotong sejarah Alpine.



