Pixel 11 Pro Kalah Daya Tahan Baterai, Ini 5 Ponsel yang Lebih Tangguh
Baca dalam 60 detik
- Google Pixel 11 Pro hadir dengan baterai 4.850 mAh, sedikit lebih kecil dari generasi sebelumnya, dan dalam berbagai pengujian independen daya tahannya masih di bawah sejumlah rival.
- Lima ponsel terbukti lebih lama menyala: Pixel 11 Pro XL, Samsung Galaxy S26+, iPhone 18 Pro Max, OnePlus 15R, dan Motorola Moto G Play 2026.
- Perbedaan tidak selalu ditentukan kapasitas baterai; efisiensi chipset dan optimasi perangkat lunak menjadi faktor penentu daya tahan di dunia nyata.

Google Pixel 11 Pro resmi meluncur bersama Pixel 11 dan Pixel 11 Pro Fold. Meski membawa sejumlah peningkatan, Google mengambil kompromi pada kapasitas baterai: dari 4.870 mAh di generasi sebelumnya menjadi 4.850 mAh. Pemangkasan ini memang tipis, tetapi dalam sejumlah uji ketahanan independen, Pixel 11 Pro masih tertinggal dari beberapa ponsel pesaing.
GSMArena mencatat Pixel 11 Pro mampu bertahan 15 jam 38 menit dalam pemakaian campuran, lebih tinggi dari Samsung Galaxy S26 dan iPhone 17 Pro. Namun, PhoneArena justru mencatat waktu layar hanya 5 jam 44 menit untuk kombinasi browsing, streaming video, dan gaming. Sementara PCMag memperkirakan daya tahan 13 jam saat memutar video 1080p lewat Wi-Fi. Artinya, bagi pengguna yang menomorsatukan daya tahan, Pixel 11 Pro bukan pilihan terbaik.
Yang menarik, keunggulan daya tahan tidak selalu identik dengan kapasitas baterai besar. Samsung Galaxy S26+ hanya berbekal baterai 4.900 mAh, tetapi dalam uji GSMArena mampu bertahan 16 jam 25 menit, lebih lama dari Pixel 11 Pro. PCMag mencatat 15 jam 20 menit, dan PhoneArena memperkirakan waktu layar 7 jam 22 menit. Padahal, layar Galaxy S26+ lebih luas (6,7 inci) dibanding Pixel 11 Pro (6,3 inci). Ini menunjukkan efisiensi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan optimasi perangkat lunak memainkan peran besar.
Di jajaran Pixel sendiri, Pixel 11 Pro XL menawarkan daya tahan lebih baik berkat baterai 5.115 mAh. GSMArena mencatat 16 jam 45 menit, PhoneArena 6 jam 6 menit, dan PCMag 15 jam 47 menit. Dengan harga mulai US$1.299, perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan layar lebih besar dan pengisian cepat 45 W.
Apple iPhone 18 Pro Max menjadi yang terdepan. Dengan baterai 5.567 mAh, PCMag mencatat daya tahan 34 jam 31 menit—lebih dari dua kali lipat Pixel 11 Pro. PhoneArena mencatat 10 jam 31 menit, dan GSMArena 19 jam 20 menit. Meski demikian, dalam peringkat PhoneArena, iPhone 18 Pro Max masih di bawah beberapa ponsel Android China yang mengusung baterai lebih besar.
OnePlus 15R, meski OnePlus telah menyatakan mundur dari pasar Amerika Serikat, tetap mencatat daya tahan impresif. Baterai silicon-carbon 7.400 mAh membuatnya bertahan 21 jam 36 menit (GSMArena), 8 jam 47 menit (PhoneArena), dan 23 jam (PCMag). Ponsel ini dijual mulai US$699, menjadikannya alternatif menarik bagi pemburu daya tahan.
Kejutan datang dari Motorola Moto G Play 2026. Ponsel entry-level seharga US$249,99 ini dibekali baterai 5.200 mAh dan dalam pengujian PhoneArena bertahan 9 jam 27 menit, PCMag 15 jam 45 menit, serta GSMArena 17 jam 23 menit. Spesifikasinya memang sederhana—layar 6,7 inci 720p, chip MediaTek Dimensity 6300, RAM 4 GB, dan penyimpanan 64 GB—tetapi daya tahannya melampaui Pixel 11 Pro. Moto G Play juga masih menyediakan slot microSD, fitur yang mulai langka.
"Keputusan Google memangkas kapasitas baterai Pixel 11 Pro tampaknya tidak diimbangi dengan efisiensi yang cukup, sehingga dalam pengujian ketat perangkat ini kalah dari rival-rivalnya," ujar seorang analis perangkat mobile yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bagi konsumen Indonesia, temuan ini relevan. Pixel 11 Pro tidak dijual resmi di Tanah Air, tetapi Samsung Galaxy S26+ dan iPhone 18 Pro Max tersedia melalui distributor resmi. Sementara OnePlus dan Motorola memiliki basis pengguna sendiri, meski tidak semua model masuk secara resmi. Pengguna yang mengutamakan daya tahan sebaiknya mempertimbangkan faktor efisiensi chipset dan optimasi perangkat lunak, bukan sekadar angka kapasitas baterai.
Ke depan, persaingan daya tahan baterai akan semakin ketat seiring adopsi baterai silicon-carbon yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi. Google dituntut untuk tidak hanya mengejar fitur AI dan kamera, tetapi juga memastikan Pixel 11 Pro—dan penerusnya—mampu bersaing dalam hal yang paling mendasar: membuat pengguna tidak perlu sering mencari colokan listrik.



