Draymond Green Tolak Klaim sebagai Pengganti Charles Barkley: 'Kita Tak Bisa Menggantikan GOAT'
Baca dalam 60 detik
- Draymond Green menegaskan tidak ada yang bisa menggantikan Charles Barkley di Inside the NBA, menyebutnya sebagai sosok yang tak tergantikan.
- Barkley telah mengumumkan bahwa musim 2026-27 akan menjadi musim terakhirnya, memicu spekulasi tentang siapa yang akan mengisi kursinya.
- Green, yang sering menjadi pengganti, menolak anggapan bahwa dirinya adalah pewaris alami dan menyerahkan keputusan kepada eksekutif TNT Sports dan ESPN.

Draymond Green menegaskan bahwa posisi Charles Barkley di acara Inside the NBA tidak akan pernah bisa diisi oleh siapa pun. Dalam wawancara terbaru dengan Front Office Sports, forward Golden State Warriors itu membantah anggapan bahwa dirinya adalah pewaris alami Barkley, yang telah mengumumkan pensiun pada musim 2026-27.
Green, yang telah beberapa kali tampil sebagai pengganti di acara tersebut, mengakui bahwa dirinya diberi kesempatan oleh TNT Sports. Namun, ia menolak untuk mengklaim kursi yang selama ini ditempati Barkley. "Saya sangat beruntung Craig Barry dan seluruh tim di Turner Sports menyukai saya dan menghargai apa yang saya bawa ke meja," ujarnya. "Mereka menempatkan saya di playoff, All-Star. Saya masih menyesal tidak melakukannya di Final NBA tahun ini."
Meskipun telah menjadi pengganti tetap di berbagai kesempatan, Green bersikeras bahwa bukan haknya untuk mengatakan bahwa dirinya akan mengisi posisi tersebut. "Bukan tempat atau peran saya untuk mengatakan, ya, itu kursi yang saya isi," tegasnya. "Saya tidak membuat keputusan itu. Charles Barkley adalah legenda. Jadi berpikir bahwa Anda mengisi kursinya adalah kesalahan besar. Anda tidak pernah menggantikan superstar di NBA. Michael Jordan masih belum digantikan di Chicago setelah 30 tahun. Anda tidak menggantikan kehebatan. Anda tidak menggantikan GOAT."
Barkley sendiri telah beberapa kali menggoda pensiun, tetapi kali ini ia terdengar lebih serius. Dalam wawancara dengan Bill Simmons, ia menyatakan bahwa musim mendatang akan menjadi yang terakhir "100 persen". Kemudian, kepada WSFA 12 News di Alabama, ia mengungkapkan rencana untuk mundur dari kehidupan publik pada usia 64 tahun, seraya menambahkan bahwa Ernie Johnson telah membujuknya untuk bertahan dua musim lagi. Masa depan Johnson sendiri masih belum jelas.
Menurut Barkley, jaringan yang ingin mengisi kekosongannya harus mencari seseorang yang memiliki keyakinan untuk membangun suara mereka sendiri, karena bakat seperti dirinyaโyang ia sebut "satu-satunya"โtidak mungkin direplikasi. Keputusan akhir tetap berada di tangan eksekutif TNT Sports dan ESPN, bukan Green, yang saat ini lebih fokus membuktikan bahwa Barkley salah tentang Warriors.
Bagi penggemar NBA di Indonesia, dinamika Inside the NBA mungkin tidak sepopuler liga itu sendiri, tetapi fenomena ini mencerminkan bagaimana industri media olahraga global menghadapi transisi generasi. Kepergian Barkley akan meninggalkan celah besar dalam hal karisma dan analisis yang tajam, sesuatu yang juga dirasakan dalam liputan bola basket nasional yang sering mengandalkan figur-figur kharismatik. Sementara itu, Green tetap menjadi salah satu suara paling vokal di liga, dan masa depannya di dunia penyiaran bisa menjadi penanda arah baru media olahraga.
"Anda tidak menggantikan kehebatan. Anda tidak menggantikan GOAT." โ Draymond Green
Dengan Barkley yang bersiap meninggalkan panggung, pertanyaan besar kini menghantui TNT Sports dan ESPN: siapa yang berani mengambil risiko mengisi kursi legendaris itu? Mungkin tidak ada yang benar-benar bisa menggantikan Barkley, tetapi setidaknya mereka bisa mencoba menciptakan warisan mereka sendiri.



