Pistons Hapus Klausul Berat Badan, Jalen Duren Masih di Persimpangan Kontrak
Baca dalam 60 detik
- Detroit Pistons mencabut syarat pemantauan berat badan bulanan dari tawaran kontrak lima tahun senilai $200 juta untuk Jalen Duren.
- Duren menghadapi tenggat Kamis malam untuk memilih antara tawaran jangka panjang atau qualifying offer $9,6 juta yang berisiko.
- Keputusan ini akan menentukan masa depan center 22 tahun itu dan stabilitas roster Pistons menjelang musim baru.

Detroit Pistons akhirnya melunakkan sikap dalam negosiasi kontrak dengan center muda Jalen Duren. Menurut laporan The Athletic, manajemen klub telah menghapus klausul berat badan yang sebelumnya menjadi syarat dalam tawaran lima tahun senilai $200 juta. Langkah ini diambil setelah ketegangan berlangsung selama tiga bulan dan Duren absen dari media day serta awal training camp karena belum menandatangani kontrak.
Duren, 22 tahun, sebenarnya memenuhi syarat untuk mendapatkan kontrak maksimal lima tahun senilai $287 juta. Namun, performa Pistons yang mengecewakan di babak playoff membuat manajemen menahan diri. Tawaran terbaru mereka jauh di bawah angka maksimal, dan sebelumnya disertai permintaan agar Duren menjalani pengecekan berat badan setiap bulan. Sumber menyebut Duren merasa tidak dihormati dengan syarat tersebut.
Kini, pemain yang musim lalu masuk All-NBA itu memiliki waktu hingga Kamis pukul 23.59 ET untuk menentukan pilihan: menerima tawaran jangka panjang yang sepenuhnya dijamin, atau menandatangani qualifying offer senilai $9,6 juta. Jika memilih jalur kedua, ia akan menjadi unrestricted free agent pada 2027. Opsi ini tergolong langka dan berisiko tinggi.
Menerima qualifying offer bukan tanpa konsekuensi. Berdasarkan proyeksi salary cap, kontrak maksimal empat tahun dari tim selain Pistons di free agency hanya akan memberi Duren sekitar $189,2 juta. Ditambah $9,6 juta dari qualifying offer, total pendapatannya selama lima musim ke depan sekitar $198,8 juta—lebih kecil dari tawaran Pistons saat ini. Belum lagi risiko cedera atau penurunan performa yang bisa menggerus nilai pasarnya.
Selama musim panas, Duren sempat bertemu dengan Los Angeles Lakers dan Sacramento Kings. Namun, hanya sedikit tim yang memiliki ruang cap untuk menawarkan kontrak maksimal, dan Pistons kemungkinan besar akan menyamainya. Lakers kemudian beralih ke sign-and-trade untuk Walker Kessler, sementara pembicaraan dengan Kings tidak berjalan jauh. Situasi ini membuat reunifikasi dengan Pistons—meski dengan bayaran di bawah maksimal—menjadi skenario paling realistis.
"Kami akan senang menyambutnya kembali, apa pun keputusan yang ia ambil," ujar Presiden Operasi Bola Basket Pistons, Trajan Langdon, awal pekan ini. "Ia adalah alasan besar di balik kesuksesan kami dua musim terakhir. Kami yakin ia akan melakukan hal yang sama musim depan."
Duren memang sedang berada di puncak kariernya. Musim lalu, ia mencetak rata-rata 19,5 poin dan 10,5 rebound, membantu Pistons memenangkan 60 gim dan finis di puncak klasemen Wilayah Timur sebelum tersingkir di babak kedua playoff. Tanpa kontrak yang pasti, ia melewatkan media day dan awal training camp, memberi tekanan tambahan pada manajemen untuk segera menyelesaikan negosiasi.
Bagi Pistons, mempertahankan Duren adalah prioritas untuk menjaga momentum kebangkitan. Namun, keputusan Duren juga akan menjadi sinyal bagi pemain muda lain tentang bagaimana klub menghargai kontribusi mereka. Jika ia memilih qualifying offer, ia mengambil taruhan besar demi kebebasan finansial di masa depan—sebuah langkah yang jarang diambil pemain sekalibernya.
Pertanyaannya, apakah Duren akan menerima tawaran yang ada dan fokus pada musim baru, atau mengambil risiko jangka pendek demi potensi bayaran lebih besar? Dalam beberapa jam ke depan, masa depan Pistons dan karier Duren akan segera terjawab.



