Rui Pinto Kehilangan Status Saksi Dilindungi di Portugal, Sementara Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Pelanggaran
Baca dalam 60 detik
- Rui Pinto, pembocor dokumen Football Leaks, tidak lagi berstatus saksi dilindungi oleh otoritas Portugal sejak Rabu lalu.
- Polisi Portugal menilai risiko keselamatan Pinto rendah meski ia pernah diserang di Lisbon pada April dan masih terlibat dalam investigasi Manchester City.
- Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran keuangan oleh Premier League, dengan tenggat banding Jumat ini.

Rui Pinto, whistleblower di balik situs Football Leaks yang bocorannya memicu investigasi Premier League terhadap keuangan Manchester City, resmi kehilangan perlindungan sebagai saksi dari pemerintah Portugal. Keputusan pencabutan status tersebut diambil pada Rabu, menurut dokumen yang dilihat The Guardian. Pinto juga diminta berhati-hati dalam kontak keluarga dan menghindari media sosial.
Pinto, 37 tahun, telah menjadi saksi dilindungi sejak 2020 setelah bersedia memberikan akses kepada otoritas Portugal ke jutaan file yang ia kumpulkan sebelum penangkapannya. Polisi Portugal menilai risiko terhadap keselamatan Pinto rendah, meskipun ia pernah diserang di Lisbon pada April lalu yang mengakibatkan lebam di alis. Insiden itu dilaporkan ke polisi, tetapi tidak ada tuntutan resmi yang diajukan.
Pada September 2023, Pinto dijatuhi hukuman empat tahun penjara dengan masa percobaan setelah dinyatakan bersalah atas percobaan pemerasan, akses ilegal ke data, dan pelanggaran korespondensi. Namun, ia dipuji sebagai pahlawan oleh sebagian penggemar karena mengungkap jutaan dokumen rahasia yang terkait dengan klub, pemain, dan organisasi terbesar di sepak bola dunia. Informasi yang ia berikan tentang keuangan City diteruskan ke majalah Jerman Der Spiegel dan mitra European Investigative Collaborations, yang kemudian memicu investigasi terpisah oleh UEFA dan Premier League.
Meskipun City berhasil membatalkan larangan tampil di Liga Champions melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga, mereka tetap dinyatakan bersalah atas 114 tuduhan oleh Premier League pada Selasa. Tuduhan tersebut mencakup sembilan musim dan melibatkan penyamaran dana lebih dari ยฃ900 juta melalui kontrak komersial palsu serta akuntansi yang menyesatkan. Batas waktu banding bagi City adalah Jumat ini.
Pinto sangat aktif di media sosial sejak laporan tentang kemenangan Premier League atas City mencuat pekan lalu. Ia menyebutnya sebagai "keputusan bersejarah bagi sepak bola Inggris" dan menyerang eksekutif City dalam unggahan lain, yang menurutnya "bertindak dengan impunitas total, menantang semua orang dan segala hal". Ia menambahkan, "Sejak awal, mereka menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap aturan, terhadap badan yang bertanggung jawab mengawasi dan mengatur permainan, terhadap integritas kompetisi, terhadap klub lain, dan terutama terhadap penggemar. Bertahun-tahun kecurangan, kebohongan, dan manipulasi akhirnya akan membawa konsekuensi."
"Mereka bertindak dengan impunitas total, menantang semua orang dan segala hal. Bertahun-tahun kecurangan, kebohongan, dan manipulasi akhirnya akan membawa konsekuensi." โ Rui Pinto
Beberapa jam sebelum konfirmasi pencabutan statusnya sebagai saksi dilindungi, Pinto juga menuduh Presiden FIFA Gianni Infantino telah melakukan "segala daya upaya" untuk memastikan City dan Paris Saint-Germain hanya didenda karena melanggar aturan Financial Fair Play UEFA ketika ia menjabat sebagai sekretaris jenderal di badan sepak bola Eropa tersebut.
Kasus ini menyoroti kerentanan whistleblower dalam industri sepak bola yang sarat kepentingan finansial. Perlindungan yang dicabut dapat memengaruhi keberanian individu lain untuk mengungkap pelanggaran serupa di masa depan. Di Indonesia, isu ini relevan dengan upaya transparansi keuangan klub dan tata kelola liga, di mana pengawasan ketat dan perlindungan pelapor sangat dibutuhkan untuk mencegah praktik curang yang merugikan kompetisi dan penggemar.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah langkah Premier League akan diikuti oleh liga lain, dan bagaimana nasib Pinto setelah kehilangan perlindungan. Tanpa status saksi dilindungi, ia menghadapi risiko lebih besar, sementara sepak bola global terus bergulat dengan warisan Football Leaks.



