Dating Naked UK Kembali untuk Musim Ketiga, Rylan Clark Mulai Syuting di Tenerife
Baca dalam 60 detik
- Dating Naked UK resmi diperpanjang untuk musim ketiga setelah berbulan-bulan spekulasi penutupan.
- Rylan Clark kembali sebagai pembawa acara dan konsultan kreatif, syuting dimulai di Tenerife.
- Konsep kencan tanpa busana menuai kontroversi namun dianggap sebagai eksperimen sosial yang menarik.

Acara realitas kontroversial Dating Naked UK dipastikan kembali untuk musim ketiga. Setelah berbulan-bulan rumor yang menyebutkan acara ini akan dihentikan, pembawa acara Rylan Clark dilaporkan telah terbang ke Tenerife, Spanyol, pekan ini untuk memulai proses produksi. Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Sun, yang mengutip sumber internal produksi.
Program yang tayang di jaringan Paramount+ ini mengusung format tidak biasa: sejumlah lajang dikirim ke sebuah vila mewah dan menjalani serangkaian kencan dalam keadaan sepenuhnya telanjang. Sejak musim pertama dan kedua mengudara, acara ini kerap menjadi perbincangan publik karena dianggap melampaui batas norma tayangan kencan pada umumnya. Spekulasi mengenai nasib acara muncul setelah beberapa pihak menilai rating dan respons audiens tidak sekuat yang diharapkan.
Namun, sumber dari The Sun membantah anggapan tersebut. "Ada anggapan bahwa musim ini sedang kesulitan, tetapi syuting dimulai pekan ini dan sudah terlihat sangat menjanjikan," ujar sumber tersebut. Menurutnya, Rylan sangat menikmati perannya sebagai pembawa acara karena acara ini tidak sekadar mengandalkan drama percintaan, melainkan juga memunculkan emosi mentah dari para pesertanya. "Sesuatu tentang berkencan dalam keadaan telanjang memicu reaksi emosional yang jujur. Ini bukan acara kencan biasa," tambahnya.
Rylan, yang juga dikenal sebagai mantan peserta The X Factor 2012 dan penyiar BBC Radio 2, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa daya pikat acara ini terletak pada aspek eksperimen sosialnya. Dalam wawancara dengan Grazia pada Agustus 2024, ia menyatakan, "Hal-hal yang terjadi dalam seri ini hanya mungkin terjadi karena mereka semua telanjang. Ini eksperimen sosial sekaligus acara kencan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi ketika kami menempatkan sejumlah orang telanjang di sebuah rumah untuk berkencan. Bisa saja terjadi pesta seks sejak hari pertama!"
Ia juga mengamati bahwa para peserta dengan cepat merasa nyaman dengan ketelanjangan mereka. "Sesuatu terjadi, dan saya pikir fakta bahwa mereka semua telanjang dan berbeda membuat mereka merasa percaya diri dalam kelompok itu. Mereka menjadi sangat nyaman satu sama lain karena berada di kapal yang sama," ujarnya. Meski demikian, Rylan mengaku tidak ingin menjadi peserta. Namun, dalam wawancara dengan Bella Magazine pada Agustus 2025, ia bersedia membawakan acara dalam keadaan telanjang. "Jika mereka ingin saya membawakan acara telanjang... saya sudah menyarankan itu, tapi mereka menolak!" katanya sambil tertawa.
Keputusan memperpanjang Dating Naked UK menunjukkan bahwa kontroversi dapat menjadi komoditas yang menguntungkan di industri televisi realitas. Format yang berani ini memang kerap memicu perdebatan etika, tetapi juga menarik perhatian audiens yang mencari tontonan berbeda. Di pasar global, acara semacam ini menghadapi tantangan regulasi dan sensor yang berbeda-beda. Di Indonesia, misalnya, konten dengan ketelanjangan eksplisit dilarang keras oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan tidak akan lolos sensor. Namun, fenomena ini tetap relevan sebagai cerminan tren global di mana batas antara eksperimen sosial dan hiburan semakin kabur.
Ke depan, kesuksesan musim ketiga akan menjadi tolok ukur apakah formula Dating Naked UK masih bisa bertahan di tengah persaingan platform streaming yang semakin ketat. Jika rating dan engagement meningkat, bukan tidak mungkin akan ada adaptasi di negara lain dengan penyesuaian budaya masing-masing. Akankah kontroversi terus menjadi magnet, atau justru kejenuhan audiens yang menjadi tantangan berikutnya?



