Benny Blanco 'Full-Court Press' soal Momongan, Selena Gomez Ungkap Tak Bisa Hamil
Baca dalam 60 detik
- Benny Blanco secara terbuka menyatakan tengah gencar mendorong rencana memiliki anak dengan Selena Gomez.
- Selena Gomez mengungkapkan tidak dapat mengandung karena kondisi medis, namun tetap berharap menjadi ibu melalui surogasi atau adopsi.
- Kisah pasangan ini menyoroti realitas perjuangan kesehatan mental dan fisik di balik keinginan memiliki momongan.

Benny Blanco mengaku sedang melakukan segala upaya untuk mewujudkan keinginan memiliki anak dengan istrinya, Selena Gomez. Produser musik berusia 38 tahun itu secara terbuka menyatakan bahwa ia tengah berada dalam mode 'full-court press' atau menekan dengan gencar, menyusul unggahan Selena di Instagram Story yang menunjukkan dirinya bersama seorang bayi dan harapannya untuk memiliki momongan suatu hari nanti.
Pernyataan tersebut disampaikan Benny saat tampil di acara Today with Jenna dan Sheinelle. Ia mengaku tidak sabar menantikan peran sebagai ayah. Sebelumnya, pada Maret lalu, pasangan yang menikah pada September 2025 ini juga telah mengungkapkan keinginan serupa dalam wawancara bersama di podcast Jay Shetty. Selena bahkan menyebut dirinya sangat mencintai anak-anak dan tidak sabar menyambut hari itu.
Namun, di balik antusiasme tersebut, Selena Gomez pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat mengandung anak sendiri. Dalam wawancara dengan Vanity Fair, ia mengaku memiliki sejumlah masalah medis yang dapat membahayakan nyawa dirinya dan bayinya. Selena yang didiagnosis lupus pada 2015 dan juga mengidap bipolar, menyebut bahwa ia sempat berduka atas kenyataan itu, tetapi kini telah berdamai dengan keadaannya.
Keterbukaan Selena tentang kondisi kesehatannya menjadi sorotan tersendiri. Ia mengaku sempat merasa sedih, tetapi kini merasa jauh lebih baik dan bersyukur ada banyak alternatif untuk menjadi orang tua. Menurutnya, memiliki anak melalui surogasi atau adopsi tetap akan menjadi anaknya sendiri. Ia pun mengaku sangat menghargai para perempuan yang memilih jalur tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya sangat mencintai anak-anak. Saya suka membuat mereka tertawa. Jadi, ketika hari itu tiba, saya akan sangat bersemangat," ujar Selena dalam wawancara dengan Jay Shetty.
Benny Blanco menambahkan bahwa istrinya selalu memiliki kedekatan alami dengan anak-anak. Ia menyebut Selena akan langsung menghampiri anak-anak dan mengobrol berjam-jam jika ada kesempatan. Menurut Benny, hal itu tidak lepas dari pengalaman Selena yang memulai karier sebagai aktris cilik di Barney dan Wizards of Waverly Place, yang membuatnya terbiasa terhubung dengan generasi muda.
Kisah pasangan ini menyoroti realitas bahwa perjalanan menuju orang tua tidak selalu mulus. Bagi banyak pasangan di Indonesia, kondisi serupa juga kerap dihadapi, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan reproduksi. Pilihan surogasi memang masih menuai perdebatan etik dan hukum di Indonesia, sementara adopsi diatur ketat dalam peraturan pemerintah. Namun, dukungan psikologis dan keterbukaan pasangan menjadi kunci untuk melewati proses tersebut.
Ke depan, publik tampaknya akan terus menantikan kabar bahagia dari pasangan ini. Apakah mereka akan segera mengumumkan kehamilan melalui surogasi, atau justru memilih jalur adopsi? Yang jelas, kisah Selena dan Benny menunjukkan bahwa menjadi orang tua bisa diwujudkan melalui berbagai cara, dan yang terpenting adalah kesiapan mental serta dukungan satu sama lain.



