Qodari: Suahasil Nazara Punya Bekal Lengkap Jaga Ekonomi RI Tetap Tumbuh dan Stabil
Baca dalam 60 detik
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menilai Suahasil Nazara memiliki kapasitas akademik dan pengalaman birokrasi yang cukup untuk memimpin Kementerian Keuangan.
- Kombinasi latar belakang Guru Besar Ekonomi UI dan pengalaman 6-7 tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan dinilai menjadi modal utama menjaga APBN tetap sehat di tengah tekanan global.
- Dukungan politik yang mengalir ke Suahasil berpotensi memperkuat sentimen pasar, namun efektivitas kebijakan fiskal tetap bergantung pada eksekusi program prioritas pemerintahan Prabowo.

JAKARTA โ Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan keyakinannya bahwa Menteri Keuangan Suahasil Nazara mampu mengawal perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh sekaligus stabil. Pernyataan itu disampaikan Qodari di Jakarta, Selasa, menanggapi posisi strategis Suahasil di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.
Qodari menilai ada dua modal utama yang membuat Suahasil layak dipercaya memimpin Kementerian Keuangan. Pertama, rekam jejak akademiknya sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Kedua, pengalamannya selama kurang lebih enam hingga tujuh tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan, plus pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Kombinasi ini, menurut Qodari, membuat Suahasil tidak perlu waktu lama beradaptasi dengan seluk-beluk institusi.
"Kami sangat yakin bahwa Pak Suahasil akan sangat berhasil menjalankan tugas sebagai Menkeu," ujar Qodari.
Bagi Qodari, kemampuan menjaga pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas adalah keunggulan tersendiri. Ia menyoroti peran APBN sebagai instrumen krusial untuk menggerakkan ekonomi sekaligus meredam gejolak. "Itu adalah salah satu kelebihan Pak Suahasil, terutama dalam situasi seperti sekarang ini," katanya.
Qodari juga menyinggung potensi ekonomi Indonesia yang dinilainya masih besar. Arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, katanya, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. "Ini akan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, mampu mengurangi kesenjangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.
Dari perspektif pasar, dukungan politik yang mengalir ke Suahasil bisa menjadi sinyal positif. Analis menilai stabilitas kepemimpinan di Kementerian Keuangan penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian global. Namun, tantangan tetap ada: bagaimana menerjemahkan dukungan tersebut menjadi kebijakan fiskal yang efektif, termasuk relokasi anggaran untuk memperkuat UMKM dan pendidikan seperti yang disarankan sejumlah ekonom.
Kadin juga berharap Suahasil mampu menjaga stabilitas sekaligus memacu ekonomi. Harapan ini mencerminkan ekspektasi dunia usaha agar kebijakan fiskal tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga proaktif mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, publik akan menantikan langkah konkret Suahasil dalam merancang APBN yang adaptif. Pertanyaannya, apakah ia mampu menyeimbangkan kebutuhan konsolidasi fiskal dengan dorongan pertumbuhan yang inklusif? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi modal pengalaman dan dukungan yang ada memberinya ruang untuk bergerak.



