Purbaya Akui Susah Tidur Usai Dicopot: 'Saya Bukan Robot'
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat sulit tidur karena kecewa dicopot dari jabatannya.
- Ia menegaskan bahwa dirinya manusia biasa yang bisa merasakan emosi, bukan robot.
- Setelah serah terima jabatan, Purbaya menyatakan sudah lebih tenang dan siap kembali menjadi trader.

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan tidur setelah posisinya digantikan secara mendadak oleh Suahasil Nazara pada Senin (15/9). Rasa kecewa itu ia sampaikan secara terbuka kepada awak media usai acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).
โSemalam masih susah tidur, masih sebal juga. Sampai sekarang sudah lumayan,โ ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa sebagai manusia biasa, perasaan kesal adalah hal yang wajar. โYa ada kan gue juga orang, bukan robot,โ tegasnya saat dimintai konfirmasi mengenai perasaannya.
Meski sempat dilanda kekecewaan, Purbaya mengaku bahwa setelah menjalani prosesi serah terima jabatan, beban psikologisnya berangsur berkurang. Ia yakin malam ini bisa tidur lebih tenang. โNanti malam saya bisa tidur tenang. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur, tapi saya yakin besok sudah tenang, aman,โ tuturnya.
Sebelumnya, putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, melalui akun media sosialnya menyampaikan bahwa ayahnya kini bisa tidur nyenyak. โGuys, akhirnya bapak bisa tidur nyenyak guys,โ ujar Yudo, seperti dikutip dari Instagram detikcom pada Senin (14/9). Yudo juga mengungkapkan bahwa setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri, Purbaya akan kembali menekuni profesinya sebagai trader. โJadi trader lagi guys, nggak jadi menteri lagi guys. Balik jadi trader,โ tuturnya.
Pergantian posisi Menteri Keuangan di tengah tahun anggaran selalu menjadi perhatian pasar, terutama terkait kelanjutan kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi. Purbaya dikenal sebagai ekonom yang vokal dan memiliki latar belakang sebagai trader di pasar keuangan. Kepindahannya kembali ke sektor swasta dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap arah kebijakan ekonomi ke depan, meskipun Suahasil Nazara sebagai penggantinya diharapkan mampu menjaga kesinambungan program.
Bagi para pelaku pasar dan profesional di Indonesia, transisi ini menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas tim ekonomi. Purbaya sendiri menyatakan tidak ada dendam dan siap mendukung pemerintahan dari luar. Pengalaman dan pandangannya sebagai mantan menteri tetap relevan dalam diskursus kebijakan publik, terutama di tengah tantangan global seperti ketidakpastian suku bunga dan fluktuasi nilai tukar.
Ke depan, publik akan mencermati langkah Suahasil Nazara dalam mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta respons pasar terhadap pergantian ini. Sementara itu, kembalinya Purbaya ke dunia trading bisa menjadi sorotan tersendiri, mengingat ia pernah mengkritik kebijakan yang tidak pro-pasar. Apakah keputusan ini akan mempengaruhi dinamika politik ekonomi nasional? Waktu yang akan menjawab.



