Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Akan Meriahkan Parade HUT ke-81 TNI di Teluk Jakarta
Baca dalam 60 detik
- ITS Giuseppe Garibaldi dipastikan ikut dalam sailing pass perayaan HUT ke-81 TNI di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026, menjadi kapal induk asing pertama yang berpartisipasi dalam parade militer Indonesia.
- Presiden Prabowo Subianto akan menyaksikan langsung parade dari atas kapal induk Italia tersebut, didampingi tamu kenegaraan, sementara 102 kapal perang RI turut serta dalam formasi.
- Kehadiran Garibaldi menandai penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Italia sekaligus sinyal diplomasi maritim di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia dipastikan ambil bagian dalam parade kapal perang TNI yang digelar di perairan Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut akan menjadi lokasi Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tamu penting negara menyaksikan barisan alutsista laut.
Parade ini merupakan rangkaian puncak perayaan HUT ke-81 TNI yang tahun ini mengusung format berbeda. Selain sailing pass, TNI akan menggelar simulasi operasi tempur laut yang melibatkan pasukan khusus, kemudian dilanjutkan dengan parade alutsista darat di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada 5 Oktober 2026. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyebutkan bahwa 102 kapal perang RI (KRI) akan terlibat dalam formasi Naval Parade.
Kehadiran Garibaldi bukan sekadar atraksi. Kapal induk yang telah beroperasi sejak 1985 ini membawa pesawat tempur AV-8B Harrier dan helikopter, serta pernah dikerahkan dalam berbagai misi internasional. Bagi Indonesia, keterlibatan kapal asing dalam parade militer domestik adalah hal yang jarang terjadi. Ini menandai tingkat kepercayaan dan kedekatan kerja sama pertahanan yang meningkat, khususnya antara Jakarta dan Roma.
"Terkait dengan Sailing Pass yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI di Perairan Teluk Jakarta, Kapal Garibaldi akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut," ujar Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dari sudut pandang geopolitik, langkah ini bisa dibaca sebagai bagian dari strategi Indonesia memperluas mitra pertahanan di luar kekuatan tradisional. Italia, melalui industri pertahanannya seperti Leonardo dan Fincantieri, telah lama menjajaki kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam pengadaan kapal patroli dan sistem radar. Kehadiran Garibaldi di Teluk Jakarta berpotensi menjadi ajang unjuk gigi bagi produk pertahanan Eropa di pasar Asia Tenggara.
Bagi pembaca Indonesia, khususnya pelaku pasar dan profesional, ada beberapa implikasi yang perlu dicermati. Pertama, parade ini dapat menjadi katalis bagi percepatan modernisasi alutsista TNI AL, yang selama ini mengandalkan kapal-kapal bekas atau produksi dalam negeri. Kedua, kerja sama dengan Italia berpotensi membuka peluang transfer teknologi dan investasi di sektor industri pertahanan nasional. Ketiga, dari sisi pariwisata dan ekonomi lokal, gelaran ini diperkirakan menarik kunjungan wisatawan domestik ke kawasan Monas dan pesisir Jakarta.
Meski demikian, publik menantikan transparansi anggaran dan dampak jangka panjang dari partisipasi kapal asing dalam event nasional. Apakah ini akan menjadi preseden bagi kehadiran aset militer asing lainnya di masa depan, atau sekadar simbolis belaka? Yang jelas, TNI berharap momen ini memperkuat optimisme masyarakat terhadap institusi pertahanan. "Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," tutup Nas.
Ke depan, publik akan menyoroti apakah kerja sama pertahanan dengan Italia berlanjut ke tahap akuisisi atau joint production. Jika ya, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar di kawasan sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pemasok utama. Namun, tanpa peta jalan yang jelas, parade hanyalah panggung sesaat. Pertanyaannya, akankah momentum ini diikuti kebijakan konkret?



