KMP Virgo Karam: 108 Selamat, 129 Masih Dicari, Korban Dirawat di Tiga RS Banjarmasin
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 108 penumpang KMP Virgo Transport 8 dinyatakan selamat, enam meninggal, dan 129 orang masih dalam pencarian setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu mengalami kecelakaan laut.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menampung 59 korban selamat di penginapan sementara, sementara 15 lainnya dirawat di RSUD Ulin, RS Bhayangkara, dan RS Suriansyah Banjarmasin.
- Menteri Perhubungan memastikan operasi SAR diperkuat dan hak korban melalui skema asuransi Jasa Raharja akan dipenuhi, namun skala pencarian yang masih besar memunculkan pertanyaan soal standar keselamatan pelayaran rakyat.

BANJARMASIN โ Operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan menuju Banjarmasin masih berlangsung hingga Selasa (24/6), dengan 129 orang belum ditemukan. Sementara itu, 108 penumpang dilaporkan selamat dan enam lainnya meninggal dunia, menurut data terakhir yang dihimpun pemerintah daerah.
Korban selamat yang membutuhkan perawatan medis tersebar di sejumlah rumah sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tujuh orang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, enam di RSUD Ulin, dan dua di RS Suriansyah. Adapun 59 penumpang yang kondisinya sudah stabil untuk sementara ditempatkan di penginapan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalsel sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyatakan pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar bagi korban yang berhasil dievakuasi. "Kalau nanti betul-betul sudah sehat, baru mereka kembali ke tempat masing-masing," ujarnya saat meninjau korban di Banjarmasin.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, yang turut meninjau korban di RSUD Ulin, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus diperkuat dengan tambahan unsur dan kapal untuk memperluas area pencarian. "Proses pencarian terus kita laksanakan. Mudah-mudahan kita bisa menemukan kembali para penumpang dan diharapkan dalam kondisi selamat," kata Dudy.
Dudy juga memastikan pemenuhan hak korban melalui skema asuransi. Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera akan menangani perlindungan bagi penumpang maupun kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan korban yang telah dievakuasi memperoleh penanganan medis dan dukungan yang diperlukan, sembari pencarian terhadap korban hilang terus dilakukan.
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin ini menambah daftar panjang insiden pelayaran rakyat di perairan Indonesia. Sebelumnya, Basarnas mengungkapkan bahwa kapal dihantam ombak setinggi lebih dari tiga meter saat kecelakaan terjadi. Kondisi cuaca ekstrem di jalur pelayaran Laut Jawa dan Selat Karimata memang kerap menjadi faktor risiko, terutama bagi kapal penumpang berukuran menengah.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya pelaku usaha dan investor di sektor logistik dan transportasi laut, insiden ini menyoroti urgensi peningkatan standar keselamatan armada pelayaran rakyat. Rute Surabaya-Banjarmasin merupakan jalur vital yang menghubungkan Jawa dengan Kalimantan, dan gangguan pada jalur ini dapat berdampak pada arus barang dan mobilitas penumpang. Regulator dihadapkan pada tuntutan untuk memperketat pengawasan kelaikan kapal, terutama menjelang periode cuaca buruk.
Lebih jauh, kejadian ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas sistem peringatan dini dan protokol evakuasi di kapal penumpang. Meskipun pemerintah telah menambah kapal dan personel SAR, keberhasilan operasi pencarian dalam beberapa hari ke depan akan menjadi ujian bagi koordinasi antarinstansi, termasuk Basarnas, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah.
Dengan 129 orang yang masih belum ditemukan, tekanan publik terhadap transparansi data dan kecepatan respons akan terus meningkat. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap korban dan keluarganya mendapatkan haknya, sekaligus mengevaluasi apakah prosedur keselamatan yang ada sudah memadai untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di jalur-jalur pelayaran tersibuk Indonesia.



