Matthew Rhys Cetak Sejarah di Emmy Awards 2026, Raih Dua Piala Aktor Utama
Baca dalam 60 detik
- Matthew Rhys menjadi aktor pertama yang memenangkan dua penghargaan Emmy untuk kategori akting utama dalam satu malam.
- Kemenangan ganda ini melengkapi koleksi Rhys setelah sebelumnya meraih piala untuk kategori Drama pada 2018.
- Sally Field turut membawa pulang piala untuk kategori Aktris Utama dalam Miniseri atau Film Televisi.

Aktor asal Wales, Matthew Rhys, menorehkan sejarah baru dalam dunia pertelevisian Amerika Serikat. Pada gelaran Emmy Awards yang berlangsung Senin (14/09/26) waktu setempat, pria berusia 51 tahun itu menjadi aktor pertama yang berhasil membawa pulang dua piala untuk kategori akting utama dalam satu malam. Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu performer paling versatile di industri hiburan saat ini.
Prestasi tersebut diraih Rhys melalui dua peran yang sangat berbeda. Piala pertama datang dari kategori Outstanding Lead Actor in a Limited or Anthology Series or Movie berkat penampilannya di serial The Beast in Me. Kemenangan ini terbilang mengejutkan karena ia harus bersaing ketat dengan sederet nama besar seperti Oscar Isaac (Beef), Riz Ahmed (Bait), Jason Bateman (Black Rabbit), dan Charlie Hunnam (Monster: The Ed Gein Story).
Tak lama berselang, namanya kembali dipanggil untuk kategori Outstanding Lead Actor in a Comedy Series melalui serial Widow's Bay. Ia mengalahkan Yahya Abdul-Mateen II (Wonder Man), Steve Carell (Rooster), Jason Segel (Shrinking), dan Martin Short (Only Murders in the Building). Dengan tambahan piala Drama Actor yang diraihnya pada 2018, Rhys kini tercatat sebagai aktor pria pertama yang berhasil menang di ketiga kategori utama tersebut.
Dalam pidato kemenangannya untuk kategori Limited Series, Rhys menyampaikan rasa syukur dan kejutan. Ia menyebut para penulis naskah The Beast in MeโDaniel Pearle, Gabe Rotter, dan Howard Gordonโsebagai "trinitas suci" yang mampu memunculkan sisi terbaik dari para pemain. Rhys juga memberikan pujian khusus kepada lawan mainnya, Claire Danes, yang disebutnya sebagai partner akting yang mengintimidasi namun sangat ia hargai.
"Ini benar-benar kejutan, terutama karena kualitas dan reputasi para aktor di kategori ini. Kami dipandu dengan sangat baik oleh Antonio Campos, tetapi dipimpin dengan garang oleh Claire Danes yang luar biasa."
Saat menerima piala keduanya, Rhys melontarkan pujian kepada Katie Dippod, kreator Widow's Bay. Ia menyebut Dippod memiliki "pikiran yang bejat dan penuh liku" namun jenius. Dalam kesempatan itu, ia juga menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada keluarganya, terutama orang tuanya yang mendorongnya ke dunia akting sejak kecil, serta saudara perempuannya yang disebutnya sebagai otak di balik keluarga. Rhys juga menyebut Wales sebagai "negara kecil yang perkasa".
Malam itu juga menjadi momen bersejarah bagi aktris senior Sally Field. Ia memenangkan kategori Outstanding Lead Actress in a Limited or Anthology Series or Movie untuk perannya di Remarkably Bright Creatures. Field mengalahkan Claire Danes, Carey Mulligan (Beef), Sarah Pidgeon (Love Story: John F. Kennedy Jr. and Carolyn Bessette), dan Sarah Snook (All Her Fault).
Dalam pidato kemenangannya, Field yang telah berkecimpung di dunia seni selama lebih dari enam dekade menyampaikan pesan tentang pentingnya suara seniman. Ia menegaskan bahwa keberagaman dan cerita unik setiap individu tidak boleh dibungkam atau dikompromikan.
Kemenangan ganda Rhys dan kemenangan Field menambah daftar panjang momen bersejarah di Emmy Awards tahun ini. Bagi industri hiburan global, hal ini menunjukkan bahwa batas antara genre drama, komedi, dan miniseri semakin kabur, dan aktor dengan rentang kemampuan luas semakin dihargai.
Bagi penonton di Indonesia, fenomena ini bisa menjadi cerminan bagaimana platform streaming telah membuka ruang bagi aktor untuk mengeksplorasi berbagai peran tanpa terkotak oleh format tradisional. Serial seperti The Beast in Me dan Widow's Bay dapat dengan mudah diakses melalui layanan streaming internasional, sehingga penonton tanah air pun dapat menyaksikan langsung kualitas akting yang diakui dunia.
Ke depan, apakah prestasi Rhys ini akan memicu gelombang baru aktor yang menolak dikotomi genre? Atau justru sebaliknya, industri akan semakin mendorong spesialisasi? Yang jelas, malam itu menjadi bukti bahwa bakat luar biasa tidak perlu terpaku pada satu label.



