KPK Bongkar Aliran Uang di Rekening Eks Asisten Ridwan Kamil, Kerugian Korupsi Iklan Bank Daerah Capai Rp223,6 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Penyidik KPK mengonfirmasi transaksi pada rekening mantan asisten pribadi Ridwan Kamil, Randy Kusumaatmadja, dalam kasus korupsi pengadaan iklan bank daerah.
- Skema korupsi diduga melibatkan rekayasa pengadaan jasa agensi iklan periode 2021โ2023 dengan memecah paket pekerjaan untuk menghindari lelang.
- Kerugian negara ditaksir Rp223,6 miliar akibat selisih pembayaran iklan, sementara KPK terus menelusuri aliran dana ke aset milik Ridwan Kamil.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan jasa agensi iklan pada sebuah bank daerah dengan memeriksa transaksi keuangan sejumlah saksi kunci. Pada Senin (14/9/2026), tim penyidik mencecar Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018โ2023 Ridwan Kamil, untuk mengonfirmasi lalu lintas dana di rekening pribadinya.
Selain Randy, KPK memanggil dua saksi lain: Befiboi Rizqi Nurkanda, pengurus PT Tjuan Pakar Runding yang juga pernah menjadi staf honorer bagian rumah tangga Gubernur Jawa Barat, dan Wena Natasha Olivia, seorang ibu rumah tangga. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan ketiga saksi hadir dan memberikan keterangan secara langsung.
โPenyidik mengonfirmasi terkait transaksi-transaksi di rekening para saksi,โ ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menambahkan, fokus pemeriksaan kali ini adalah menelusuri jejak uang yang mengalir melalui rekening pribadi para saksi.
Kasus ini bermula dari dugaan rekayasa proses pengadaan jasa agensi iklan pada bank daerah. Para tersangka diduga memecah paket pekerjaan agar tidak melalui mekanisme lelang, lalu mengarahkan panitia pengadaan untuk tidak memverifikasi dokumen penyedia jasa. Manipulasi tersebut diduga dilakukan guna mengakomodasi permintaan pihak eksternal melalui pengumpulan dana non-budgeter. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp223,6 miliar karena selisih pembayaran iklan kepada media.
KPK telah menetapkan dan menahan sejumlah tersangka utama, baik dari unsur internal perbankan maupun pihak swasta yang mengelola agensi. Penyidikan juga terus mengarah pada penelusuran aliran dana dan aset milik Ridwan Kamil. Sebelumnya, penyidik menyita sejumlah barang bukti dari mantan orang nomor satu di Jawa Barat itu, antara lain sepeda motor Royal Enfield dan mobil Mercedes Benz 300SL Gullwing.
โKetiga saksi hadir. Penyidik mengonfirmasi terkait transaksi-transaksi di rekening para saksi,โ ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Bagi publik Indonesia, terutama pelaku usaha dan investor, kasus ini menjadi alarm tentang lemahnya tata kelola pengadaan di badan usaha milik daerah. Praktik memecah paket pekerjaan untuk menghindari lelang merupakan celah klasik yang kerap terjadi di lingkungan birokrasi dan perusahaan daerah. Jika tidak dibenahi, celah serupa berpotensi menggerus kepercayaan terhadap integritas anggaran publik dan iklim investasi di daerah.
Selain itu, keterlibatan orang-orang dekat pejabat daerah dalam pusaran korupsi menunjukkan perlunya penguatan sistem pengawasan internal, termasuk pemisahan tegas antara kepentingan politik dan operasional perusahaan. KPK diharapkan tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga mendorong perbaikan regulasi pengadaan barang dan jasa di tingkat daerah.
Ke depan, publik akan menantikan apakah penyidikan ini mampu mengungkap aktor intelektual di balik skema korupsi iklan tersebut. Pertanyaan besarnya: sejauh mana aliran dana mengalir ke pihak-pihak di luar bank daerah, dan apakah ada nama besar lain yang akan terseret? KPK dituntut transparan dan tuntas agar kasus ini menjadi titik balik pemberantasan korupsi di sektor pengadaan publik.



