Purbaya Hengkang di Tengah Rapat DPD, Suahasil Nazara Ambil Alih Kursi Menkeu
Baca dalam 60 detik
- Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan rapat kerja Komite IV DPD RI lebih awal setelah menerima panggilan telepon, beberapa saat sebelum reshuffle kabinet diumumkan.
- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan melalui Keppres Nomor 97/P Tahun 2026, disusul pelantikan di Istana Negara.
- Pergantian ini menandai babak baru pengelolaan fiskal menjelang penyusunan APBN 2027, dengan pasar obligasi dan nilai tukar rupiah menjadi sorotan utama.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026), sekitar pukul 14.30 WIB. Kepergiannya terjadi setelah ia menerima panggilan telepon di tengah agenda rapat yang membahas kondisi fiskal dan perekonomian nasional. Tak lama berselang, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perombakan kabinet, dan posisi Purbaya digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Pergantian itu resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024โ2029. Suahasil dilantik di Istana Negara sekitar pukul 15.25 WIB, hanya berselang kurang dari satu jam setelah Purbaya meninggalkan ruang rapat. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa jabatan Purbaya yang relatif singkat di Kementerian Keuangan.
Sebelum meninggalkan rapat, Purbaya sempat memaparkan sejumlah indikator fiskal penting. Ia menyebut defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 berada di kisaran 0,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan negara hingga Juli 2026 tercatat tumbuh 21,3 persen secara tahunan, sementara belanja negara tumbuh 18,2 persen. Purbaya juga memperkirakan defisit APBN hingga akhir 2026 tetap berada di sekitar 2,85 persen terhadap PDB.
Dalam forum yang sama, ia membahas serapan anggaran pemerintah daerah serta rencana penempatan likuiditas negara di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong percepatan realisasi anggaran di daerah, yang selama ini kerap menjadi kendala dalam pencapaian target fiskal. Namun, rapat tersebut tidak tuntas karena Purbaya harus lebih dulu meninggalkan lokasi.
Pergantian menteri keuangan di tengah tahun anggaran selalu memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan kebijakan. Suahasil Nazara bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki rekam jejak panjang di bidang fiskal, termasuk saat mendampingi Sri Mulyani Indrawati pada periode sebelumnya. Kehadirannya diharapkan memberikan stabilitas dan meneruskan program yang sudah berjalan.
"Pergantian ini terjadi di tengah tekanan global yang masih berlanjut, sehingga pasar akan mencermati arah kebijakan fiskal ke depan, terutama terkait defisit dan pembiayaan," ujar seorang analis pasar modal yang meminta namanya tidak disebut.
Bagi pelaku pasar, transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi sentimen terhadap obligasi negara dan nilai tukar rupiah. Suahasil dikenal sebagai teknokrat yang memiliki pemahaman mendalam tentang instrumen utang dan kebijakan fiskal. Namun, ia juga menghadapi tantangan untuk menjaga kredibilitas APBN di tengah kebutuhan belanja yang meningkat, terutama menjelang penyusunan APBN 2027.
Sejumlah pengamat menilai bahwa perombakan kabinet ini merupakan bagian dari konsolidasi politik menjelang tahun politik. Meski demikian, dampak langsung terhadap perekonomian akan sangat bergantung pada langkah-langkah konkret yang diambil Suahasil dalam beberapa bulan mendatang. Pasar akan menanti sinyal mengenai prioritas belanja, strategi pembiayaan, dan pengelolaan utang.
Dengan defisit yang masih terkendali di bawah 3 persen PDB, ruang fiskal sebenarnya cukup longgar. Namun, tantangan utama adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global dan volatilitas harga komoditas. Keputusan pemerintah untuk menempatkan likuiditas di BPD juga perlu dicermati, karena berpotensi mempengaruhi likuiditas perbankan secara keseluruhan.
Ke depan, apakah Suahasil akan melanjutkan kebijakan fiskal yang ekspansif namun terukur, atau justru melakukan penyesuaian untuk memperkuat fondasi APBN? Jawabannya akan terlihat dari arah kebijakan yang diambil dalam waktu dekat, termasuk dalam rapat-rapat anggaran dengan DPR. Yang jelas, pasar dan dunia usaha akan terus mengawasi setiap langkah Menteri Keuangan yang baru.



