Pyongyang Murka: Latihan Gabungan AS-Jepang-Korsel Dinilai sebagai Ancaman Krusial
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pertahanan Korea Utara mengecam latihan Freedom Edge sebagai ancaman keamanan serius dan berjanji akan mengambil tindakan balasan yang tegas.
- Latihan trilateral yang berlangsung lima hari ini mencakup berbagi data real-time dan fokus pada pertahanan siber, menyusul latihan gabungan yang dipersingkat bulan lalu.
- Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat, dengan Pyongyang mengecam semua latihan militer sebagai provokasi, sementara Washington dan Seoul menegaskan latihan bersifat defensif.

Pyongyang kembali melontarkan kecaman keras terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Menteri Pertahanan Korea Utara, Kim Song Gi, menyebut latihan Freedom Edge sebagai 'ancaman keamanan yang krusial' dan berjanji akan mengambil 'tindakan balasan yang kuat dan reflektif'. Pernyataan ini disampaikan melalui media resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), pada Senin (8/9/2026).
Latihan Freedom Edge yang berlangsung selama lima hari ini, hingga Jumat, melibatkan operasi multi-domain dengan fokus pada pertahanan siber, berbagi data real-time, serta koordinasi maritim dan penerbangan yang sinkron. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa latihan ini dirancang untuk menanggulangi ancaman nuklir dan rudal yang ditimbulkan oleh Korea Utara. Namun, bagi Pyongyang, latihan semacam ini dianggap sebagai eskalasi yang membahayakan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Kim Song Gi menegaskan bahwa kerja sama militer trilateral ini telah bertransformasi menjadi 'entitas ofensif yang berbahaya dengan elemen nuklir'. Ia juga menyebut bahwa ketidakstabilan di Semenanjung Korea dan sekitarnya telah mencapai titik ekstrem akibat latihan yang digelar tanpa jeda. Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya frekuensi latihan militer gabungan di kawasan, yang kerap memicu reaksi keras dari Korea Utara.
Menteri Pertahanan Korea Utara yang baru menjabat akhir bulan lalu ini juga menyoroti rencana latihan Orient Shield yang melibatkan Jepang, AS, dan Australia pada akhir September mendatang. Latihan yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah itu direncanakan akan melibatkan peluncur rudal Typhon milik AS. Pyongyang menilai rangkaian latihan ini sebagai 'demonstrasi perang yang dipimpin AS' yang dilakukan tanpa henti, dan berjanji akan merespons dengan tindakan yang lebih kuat dan tegas.
Langkah keras ini tidak terlepas dari dinamika politik yang kompleks. Sebelumnya, pada bulan lalu, latihan militer tahunan AS-Korea Selatan, Ulchi Freedom Shield, yang semula dijadwalkan berlangsung 11 hari, dipersingkat atas perintah Presiden AS Donald Trump. Langkah tersebut dianggap sebagai isyarat untuk membuka kembali dialog dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Namun, Pyongyang menegaskan bahwa pengurangan skala latihan tidak mengubah persepsi mereka tentang permusuhan sekutu. Freedom Edge tetap berlangsung sesuai jadwal, dan militer AS mengonfirmasi hal tersebut pada Senin.
Bagi Indonesia, eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea memiliki implikasi yang tidak bisa diabaikan. Sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian kawasan, Indonesia berkepentingan terhadap stabilitas keamanan di Asia Timur. Ketegangan yang meningkat dapat mempengaruhi arus perdagangan dan investasi di kawasan, mengingat Korea Selatan dan Jepang merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Selain itu, setiap potensi konflik terbuka akan berdampak pada harga energi dan stabilitas ekonomi global, yang pada akhirnya juga dirasakan oleh pasar domestik.
Para pengamat menilai bahwa sikap keras Pyongyang ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi yang mungkin akan datang. Namun, dengan adanya latihan gabungan yang terus berlanjut, risiko kesalahan perhitungan tetap ada. Pertanyaannya, akankah Washington dan Seoul merespons tuntutan Pyongyang untuk menghentikan latihan, atau justru meningkatkan tekanan? Jawabannya akan menentukan arah stabilitas kawasan dalam beberapa bulan ke depan.



