Erupsi Anak Krakatau: SIA Tambah Delapan Penerbangan Bantuan Jakarta–Singapura
Baca dalam 60 detik
- Singapore Airlines mengoperasikan delapan penerbangan ekstra pada Selasa (8/9) untuk mengevakuasi penumpang yang terdampak abu vulkanik.
- Sebanyak enam jadwal penerbangan SIA rute Jakarta–Singapura diundur, sementara satu penerbangan pagi dibatalkan akibat gangguan operasional bandara.
- Pemulihan bertahap bandara Soekarno-Hatta dan empat bandara lain di Jawa menandakan normalisasi layanan, meski situasi masih dinamis.

Singapore Airlines (SIA) mengerahkan delapan penerbangan bantuan tambahan pada rute Jakarta–Singapura, Selasa (8/9), sebagai respons atas gangguan masif yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil untuk mengangkut penumpang yang sempat terlantar setelah sejumlah bandara di Indonesia menutup operasionalnya akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.
Dalam pengumuman resmi yang diperbarui melalui kanal media sosialnya, maskapai asal Singapura itu menyatakan penerbangan tambahan akan dioperasikan secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan kursi. SIA juga memastikan penumpang yang terdampak akan dialihkan ke jadwal berikutnya yang tersedia begitu rute normal kembali beroperasi. Meski demikian, maskapai mengingatkan bahwa situasi masih berubah cepat, sehingga calon penumpang diminta memantau status penerbangan secara berkala.
Gangguan kali ini bukan perkara sepele. Kementerian Perhubungan Indonesia mencatat delapan bandara—termasuk Soekarno-Hatta di Tangerang—sempat menghentikan operasional sepanjang akhir pekan setelah deteksi abu vulkanik di wilayah udara. Dampaknya, hampir 3.000 penerbangan terganggu dan lebih dari 340.000 penumpang tertahan di sejumlah bandara. Angka ini menunjukkan betapa rentannya konektivitas udara regional ketika bencana alam menerpa.
Namun, kabar baik mulai muncul. Pada Selasa pagi, Kementerian Perhubungan melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan empat bandara lain di sekitar Jakarta serta Pulau Jawa telah kembali beroperasi. Bandara-bandara yang dimaksud termasuk Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur—yang melayani penerbangan sipil dan militer—serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Pemulihan ini menjadi sinyal awal normalisasi lalu lintas udara, meski jadwal penerbangan masih belum sepenuhnya pulih.
Bagi penumpang yang terbang dalam beberapa hari ke depan, maskapai menyarankan untuk menghubungi layanan pelanggan di +65 6351-0013 atau memanfaatkan kanal obrolan daring. Mereka yang memesan tiket melalui agen perjalanan atau maskapai mitra diminta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pengubahan jadwal. SIA juga mengimbau penumpang memperbarui data kontak melalui fitur "Manage Booking" agar mendapatkan notifikasi terbaru.
Erupsi Anak Krakatau yang terjadi di Selat Sunda ini mengingatkan kembali pada peristiwa serupa pada 2018 silam, ketika gelombang tsunami menerjang pesisir Banten dan Lampung. Meski kali ini dampak utama tertuju pada sektor penerbangan, para ahli memperingatkan bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih fluktuatif. Badan Geologi Indonesia terus memantau perkembangan, sementara otoritas penerbangan regional—termasuk otoritas Singapura—turut mengawasi pergerakan abu vulkanik yang dapat mengganggu rute internasional.
Pemulihan operasional bandara yang relatif cepat menjadi catatan positif, tetapi pertanyaan besar masih menggantung: apakah aktivitas Anak Krakatau akan mereda sepenuhnya, atau justru meningkat kembali? Jika erupsi berlanjut, bukan tidak mungkin gangguan serupa akan terulang dalam beberapa pekan ke depan. Bagi industri penerbangan yang baru pulih dari pandemi, kejadian ini menjadi ujian lain bagi ketahanan operasional di kawasan yang rawan bencana geologi.



