Doonbeg Siap Gelar Irish Open 2026: Trump Hadir, McIlroy Incar Gelar Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy, Jon Rahm, dan Shane Lowry memimpin daftar peserta Irish Open 2026 di Doonbeg, dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump yang juga pemilik venue.
- McIlroy berusaha meraih kemenangan ketiga di turnamen ini setelah sukses dramatis tahun lalu di The K Club, sementara Rahm datang sebagai juara LIV Golf tiga kali berturut-turut.
- Turnamen ini menjadi ajang pemanasan menuju BMW PGA Championship di Wentworth pekan depan, sekaligus sorotan bagi para penggemar golf di Indonesia yang mengikuti perkembangan LIV Golf dan Ryder Cup.

Pekan ini, dunia golf kembali memusatkan perhatiannya ke pantai barat Irlandia. Irish Open 2026 akan digelar di Trump International Golf Links & Hotel, Doonbeg, dengan deretan bintang internasional yang siap bertarung. Kehadiran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang juga pemilik lapangan, menambah daya tarik tersendiri bagi turnamen yang memasuki edisi ke-71 ini.
Rory McIlroy, juara bertahan, menjadi pusat perhatian setelah tahun lalu menaklukkan Joakim Lagergren dalam play-off dramatis di The K Club. Kemenangan itu, yang diraih melalui eagle spektakuler dari jarak 25 kaki di lubang ke-72, menjadi modal berharga bagi pemain berusia 36 tahun itu. Namun, persaingan di Doonbeg dipastikan ketat. Jon Rahm, yang baru saja dinobatkan sebagai juara individu LIV Golf untuk ketiga kalinya secara beruntun, juga mengincar gelar ketiganya di turnamen ini setelah sukses di Portstewart 2017 dan Lahinch 2019.
Selain dua nama besar tersebut, lapangan Doonbeg juga akan dihiasi oleh kehadiran Shane Lowry, yang pernah menjuarai turnamen ini saat masih amatir pada 2009. Pebulu tangkis asal Irlandia itu tengah berusaha mengakhiri paceklik gelar individu selama empat tahun. Sementara itu, Tom McKibbin, yang baru berusia 23 tahun, datang dengan performa menjanjikan setelah finis di posisi keenam British Masters bulan lalu. Padraig Harrington dan Seamus Power menambah kekuatan tuan rumah.
Di luar kontingen Irlandia, turnamen ini juga menjadi ajang reuni para pemain LIV Golf. Selain Rahm, nama-nama seperti Tyrrell Hatton, Joaquin Niemann, dan Brooks Koepka turut ambil bagian. Kehadiran mereka terjadi di tengah ketidakpastian masa depan LIV Golf setelah dana investasi Arab Saudi, Public Investment Fund, menarik dukungan finansialnya. Situasi ini memicu spekulasi tentang nasib para pemain yang bergabung dengan liga tersebut, termasuk kemungkinan mereka kembali ke tur tradisional.
Bagi penggemar golf di Indonesia, Irish Open 2026 bukan sekadar turnamen Eropa. Dinamika LIV Golf yang tengah goyah menjadi perhatian karena beberapa pemain top yang pernah tampil di Asia, termasuk Indonesia, kini berada di persimpangan. Jika LIV Golf runtuh, para pemain seperti Rahm dan Koepka bisa kembali meramaikan tur konvensional, yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas kompetisi di berbagai ajang, termasuk yang disiarkan di Indonesia.
Kehadiran Trump di Doonbeg juga menambah dimensi politik. Kunjungannya yang bersamaan dengan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menunjukkan bahwa turnamen golf kerap menjadi panggung soft diplomacy. Bagi Indonesia, fenomena ini mengingatkan pada potensi olahraga sebagai alat diplomasi publik, sebagaimana yang pernah dilakukan melalui berbagai ajang internasional di tanah air.
Dengan lapangan yang menantang dan cuaca Irlandia yang tak menentu, para pemain harus siap menghadapi kondisi yang berubah-ubah. McIlroy, yang pernah menjuarai turnamen ini dua kali, tentu tak ingin melewatkan kesempatan untuk menambah koleksi gelarnya di depan pendukung sendiri. Namun, Rahm dan para pemain LIV lainnya dipastikan akan memberikan perlawanan sengit.
Pertanyaan besarnya, akankah McIlroy mampu mengulang sukses tahun lalu, atau justru Rahm yang akan mencatatkan namanya dalam sejarah? Atau mungkinkah kejutan datang dari pemain muda seperti McKibbin? Semua akan terjawab dalam empat hari ke depan di tepi Samudra Atlantik.



