Kecelakaan Boeing 767 Kargo Amazon di Miami: 5 Tewas, Operasi Penerbangan Sempat Lumpuh
Baca dalam 60 detik
- Sebuah pesawat kargo Boeing 767-300 yang dioperasikan untuk Amazon keluar dari landasan pacu di Miami dan menabrak kendaraan, menewaskan lima orang.
- Insiden ini memicu penyelidikan FAA dan menghentikan sementara operasional bandara, dengan dua landasan pacu kembali beroperasi pada malam hari.
- Kecelakaan ini mengangkat kembali pertanyaan tentang keselamatan operasi kargo udara yang semakin bergantung pada raksasa e-commerce seperti Amazon.

Lima orang tewas setelah sebuah pesawat kargo Boeing 767-300 yang dioperasikan untuk Amazon Prime Air tergelincir dan menabrak sejumlah kendaraan saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026). Insiden ini menghentikan seluruh operasional bandara selama berjam-jam dan memicu penyelidikan menyeluruh dari otoritas penerbangan AS.
Pesawat dengan nomor penerbangan Prime Air 7598 itu keluar dari landasan pacu sesaat sebelum pukul 14.00 waktu setempat, lalu menghantam beberapa kendaraan di area darat. Kepala Pemadam Kebakaran Miami-Dade, Ray Jadallah, dalam konferensi pers menyebutkan lima orang lainnya terluka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Dua orang dilaporkan terjebak di dalam kendaraan yang ditabrak, sementara pilot dan kopilot sempat terjebak di kokpit sebelum akhirnya dievakuasi.
Lebih dari 60 unit penyelamat dengan sekitar 200 personel dikerahkan untuk menangani kecelakaan ini. Petugas juga berjuang mengatasi kebocoran bahan bakar yang terjadi akibat benturan. Bandara menghentikan seluruh penerbangan, namun dua dari empat landasan pacu telah dibuka kembali pada malam harinya, menurut keterangan resmi otoritas setempat.
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut terbang dari San Juan, Puerto Rico, dan dioperasikan oleh maskapai kargo 21 Air untuk Amazon. FAA akan memimpin investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Juru bicara Amazon, Kelly Nantel, menyatakan perusahaan masih mengumpulkan informasi dan bekerja sama dengan otoritas setempat. "Keselamatan dan kondisi seluruh pihak yang terlibat menjadi prioritas utama kami," ujarnya.
Kecelakaan ini bukan yang pertama melibatkan pesawat kargo Amazon. Pada Februari 2019, Atlas Air Flight 3591 yang mengangkut paket Amazon jatuh di dekat Houston, menewaskan tiga orang. Kejadian serupa kembali menyoroti risiko dalam industri kargo udara yang tumbuh pesat seiring lonjakan belanja daring global.
Bagi Indonesia, kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan keselamatan penerbangan kargo, terutama seiring meningkatnya volume pengiriman logistik melalui udara. Regulator penerbangan Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan, perlu memastikan standar keselamatan yang ketat bagi maskapai kargo domestik maupun asing yang beroperasi di wilayah Indonesia. Pertumbuhan e-commerce yang pesat di Tanah Air juga menuntut perhatian serupa, mengingat banyaknya pesawat kargo yang melintasi wilayah Indonesia setiap hari.
Ke depan, investigasi FAA akan menjadi kunci untuk mengungkap apakah faktor teknis, kesalahan manusia, atau kondisi cuaca menjadi penyebab utama. Pertanyaannya, bagaimana industri penerbangan kargo globalโdan nasionalโakan merespons temuan ini untuk mencegah tragedi serupa terulang?



