Erupsi Anak Krakatau: 8 Bandara Ditutup, Pemerintah Siagakan 5 Alternatif 24 Jam
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah menutup delapan bandara di Jawa dan Sumatera hingga Minggu malam akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Lima bandara alternatif dioperasikan nonstop, dengan transportasi darat gratis bagi penumpang yang dialihkan.
- Maskapai diberi keleluasaan memilih rute; penumpang bisa batal atau lanjut via bandara pengganti.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan pengoperasian lima bandara alternatif selama 24 jam untuk memastikan arus penumpang tetap berjalan setelah delapan bandara di Jawa dan Sumatera ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap gangguan penerbangan yang melumpuhkan akses udara ke Jakarta dan sekitarnya.
Bandara yang disiapkan sebagai pengganti mencakup Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, serta Adi Soemarmo di Solo. Menhub menegaskan fasilitas tersebut dapat digunakan maskapai untuk pendaratan dan keberangkatan selama kondisi delapan bandara terdampak belum memungkinkan, demi mengutamakan keselamatan penerbangan.
Penutupan sementara diberlakukan terhadap Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu di Pagar Alam Sumatera Selatan. Jadwal penutupan berlaku hingga Minggu pukul 23.59 WIB, dengan pengujian kadar abu dilakukan secara berkala setiap 30 menit melalui metode paper test.
Kebijakan ini memunculkan konsekuensi logistik yang tidak sederhana. Penumpang yang seharusnya terbang dari Soekarno-Hatta kini harus menempuh perjalanan darat hingga ratusan kilometer menuju bandara pengganti. Untuk meringankan beban tersebut, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports menyediakan layanan kereta api dan bus gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, maupun Yogyakarta. Dudy menegaskan tidak ada pungutan biaya transportasi, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Keputusan akhir tetap berada di tangan maskapai, yang diberi keleluasaan menentukan bandara alternatif sesuai jadwal dan kesiapan armada. Sementara itu, penumpang dapat memilih melanjutkan perjalanan melalui bandara pengganti atau membatalkan tiketnya. "Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya," ujar Dudy di Jakarta, Minggu.
Bagi calon penumpang, informasi pemindahan penerbangan dan jadwal keberangkatan baru akan disampaikan langsung oleh maskapai melalui mekanisme layanan yang telah ditetapkan. Koordinasi antara InJourney Airports dan maskapai disebut berjalan intensif agar kepastian lokasi keberangkatan serta moda transportasi pendukung dapat diterima penumpang dengan jelas.
Dari sisi keselamatan, penutupan ini merupakan protokol standar menghadapi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu mesin pesawat. Namun, dampak ekonominya tidak bisa diabaikan. Penutupan Soekarno-Hatta, sebagai gerbang udara utama Indonesia, berpotensi menghambat distribusi barang dan mobilitas pebisnis yang memiliki kepentingan mendesak. Pemerintah berharap kebijakan bandara alternatif ini mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa cepat kondisi normal dapat pulih. Jika aktivitas GAK masih tinggi, bukan tidak mungkin penutupan diperpanjang, yang akan memicu pembatalan massal dan kerugian bagi industri penerbangan. Sebaliknya, jika erupsi mereda, bandara-bandara utama bisa segera beroperasi kembali setelah lolos uji ketebalan abu. Semua bergantung pada dinamika gunung berapi yang hingga kini masih terus dipantau otoritas geologi.



