Alcaraz Jinakkan Paul, Melaju ke Perempat Final US Open: Sinyal Kembalinya Sang Juara Bertahan
Baca dalam 60 detik
- Carlos Alcaraz menaklukkan Tommy Paul 6-4, 6-3, 6-4 untuk mengamankan tiket perempat final US Open 2025.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di turnamen Grand Slam menjadi 18 pertandingan, menegaskan dominasinya setelah cedera.
- Di babak berikutnya, Alcaraz akan berhadapan dengan pemenang antara Ben Shelton dan Stefanos Tsitsipas, yang berpotensi menjadi ujian besar.

NEW YORK โ Carlos Alcaraz kembali menunjukkan tajinya di Flushing Meadows. Unggulan kedua asal Spanyol itu menundukkan petenis tuan rumah, Tommy Paul, dengan skor telak 6-4, 6-3, 6-4 pada babak keempat US Open, Minggu (8/9) waktu setempat. Kemenangan ini tak hanya mengantarkannya ke perempat final, tetapi juga menegaskan bahwa ia kembali ke performa terbaiknya setelah nyaris lima bulan absen akibat cedera pergelangan tangan kanan.
Pertandingan yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium itu menjadi panggung pertarungan sengit antara dua pemain dengan pukulan keras. Paul, unggulan ke-20, sempat memberikan perlawanan ketat, terutama pada set pertama ketika ia melepaskan forehand winner 100 mph yang memukau penonton. Namun, Alcaraz mampu bertahan dan merebut set pembuka dengan break di akhir set. Pada set kedua, ia tampil agresif sejak awal, langsung memimpin 2-0 dan tidak memberi ruang bagi Paul untuk berkembang. Set ketiga berjalan lebih ketat, tetapi Alcaraz tetap tenang dan menuntaskan laga dengan pukulan forehand keras yang menghasilkan match point.
Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Alcaraz di turnamen Grand Slam menjadi 18 pertandingan. Sejak merebut gelar pertamanya di US Open empat tahun lalu, ia selalu tampil impresif di New York, mencapai perempat final dalam lima dari enam penampilannya. "Saya hanya mencoba bermain dengan gaya saya sendiri. Tommy adalah pemain berbakat, pukulannya berbahaya, dan sulit mengontrol bola saat datang ke arah saya. Saya siap untuk bertarung," ujar Alcaraz usai laga, seperti dikutip Channel News Asia.
Alcaraz juga mengakui bahwa tempat ini memiliki makna spesial baginya. "Setiap kali saya datang ke sini, saya selalu tampil baik. Tidak masalah saya sempat absen lebih dari empat bulan," tambahnya. Dengan kemenangan ini, ia semakin dekat untuk mempertahankan gelar juara bertahan, sebuah pencapaian yang belum pernah ia raih sebelumnya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Alcaraz ini menjadi tontonan menarik. Ia adalah salah satu dari sedikit petenis generasi baru yang mampu tampil konsisten di panggung terbesar. Gaya bermainnya yang agresif dan penuh variasi sering menjadi bahan pembelajaran bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus level internasional. Selain itu, keberhasilan Alcaraz bangkit dari cedera panjang juga menjadi inspirasi tentang pentingnya pemulihan yang tepat dan mentalitas juara.
Di babak perempat final, Alcaraz akan berhadapan dengan pemenang antara petenis Amerika Ben Shelton dan wakil Yunani Stefanos Tsitsipas. Keduanya sama-sama memiliki kualitas untuk memberikan perlawanan sengit. Shelton, yang dikenal dengan servisnya yang kuat, akan didukung penuh oleh publik tuan rumah. Sementara Tsitsipas, yang pernah menjadi finalis Grand Slam, memiliki pengalaman dan variasi permainan yang tidak kalah menantang. Apapun hasilnya, laga ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di turnamen tahun ini.
Dengan performa yang semakin matang, Alcaraz tampaknya berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar. Namun, persaingan di babak-babak akhir Grand Slam selalu ketat, dan ia harus tetap waspada terhadap kejutan dari lawan-lawannya. Mampukah ia menjaga konsistensi dan kembali mengangkat trofi di Flushing Meadows? Atau akankah ada petenis lain yang mampu menghentikan lajunya? Kita tunggu saja aksinya di lapangan.



