Grealish Dinilai Lebih Berharga dari Maitland-Niles: Pundit Sebut Pemain Kunci Everton di Laga Kontra Man United
Baca dalam 60 detik
- Everton menahan imbang Manchester United berkat gol debut Maitland-Niles di masa injury time, namun Pat Nevin justru menyoroti peran Jack Grealish yang masuk sebagai pemain pengganti.
- Grealish, yang baru kembali ke Everton setelah hengkang dari Manchester City, dinilai mampu mengubah ritme permainan dan menjadi pembeda meski tanpa kontribusi gol atau assist.
- Pujian Nevin menggarisbawahi pentingnya Grealish bagi skema David Moyes, terutama dengan jadwal berat yang menanti Everton di pekan-pekan mendatang.

Gol dramatis Ainsley Maitland-Niles di masa injury time memang menyelamatkan Everton dari kekalahan saat menjamu Manchester United di Stadion Hill Dickinson, Minggu (6/9). Namun, di balik euforia hasil imbang tersebut, mantan pemain Chelsea Pat Nevin justru melempar pujian tinggi kepada Jack Grealish, yang menurutnya tampil sebagai pembeda sesungguhnya dalam laga tersebut.
Maitland-Niles, yang baru bergabung pada hari terakhir bursa transfer, sukses mencetak gol penyeimbang pada menit akhir dan langsung mencuri perhatian publik Goodison Park. Gol tersebut membawa Everton naik ke posisi kedelapan klasemen Premier League dengan koleksi lima poin dari tiga pertandingan. Meski demikian, Nevin menilai bahwa kontribusi Grealish yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Tyrique George justru lebih krusial dalam mengubah arah permainan.
"Poin ini memberi dorongan besar bagi Everton. Ada pemain yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik. Mereka akan bertarung dan bekerja sama. Namun, pada akhirnya, cedera pasti akan datang. Bayangkan jika Grealish kembali mengalami cedera. Dia masuk dan benar-benar mengubah permainan," ujar Nevin dalam analisisnya usai laga.
Statistik mencatat, meski tidak mencetak gol atau assist, Grealish memenangi dua dari tiga duel yang ia lakukan, menyelesaikan satu tekel, dan melepaskan satu umpan kunci. Angka-angka itu mungkin tidak spektakuler, tetapi pengaruhnya terhadap tempo dan kreativitas Everton di lini tengah terasa signifikan. Kehadirannya memberi dimensi baru dalam serangan balik dan tekanan kepada lini belakang United.
Bagi Everton, Grealish bukan nama asing. Sebelum pindah ke Manchester City, ia sempat dipinjamkan ke klub Merseyside tersebut pada musim 2020-2021 dan langsung merebut hati pendukung. Kini, setelah direkrut secara permanen dari City, ia kembali menjadi tumpuan di lini serang. Dalam pernyataannya, Grealish mengakui bahwa sosok David Moyes menjadi alasan utama ia memutuskan kembali ke Everton. "Saya menyukai manajer. Dia pria yang hebat. Dia alasan besar mengapa saya ingin kembali ke sini. Saya pernah memiliki manajer yang membuat saya tampil terbaik, dan dia masuk dalam kategori itu," kata Grealish.
Komentar Nevin juga menyiratkan kekhawatiran akan kedalaman skuat Everton. Dengan jadwal padat dan risiko cedera yang selalu mengintai, ketergantungan pada Grealish bisa menjadi pedang bermata dua. Jika ia mampu bertahan fit, Everton berpeluang bersaing di papan atas. Namun, jika cedera kembali menghampiri, Moyes harus punya rencana cadangan yang matang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana seorang pemain pengganti bisa mengubah dinamika pertandingan. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya manajemen rotasi pemain, terutama di kompetisi seketat Premier League. Klub-klub Asia, termasuk yang ada di Indonesia, sering kali menghadapi masalah serupa ketika pemain kunci cedera atau kelelahan.
Ke depan, Everton akan menghadapi ujian berat di Tottenham Hotspur Stadium. Pertanyaan besarnya, apakah Moyes berani menurunkan Grealish sejak menit awal? Atau justru menyimpannya sebagai senjata rahasia seperti yang terjadi akhir pekan lalu? Keputusan itu akan menentukan apakah Everton mampu mempertahankan tren positif mereka atau justru kehilangan momentum.



