Sesko Layak Gantikan Rashford di Lini Depan Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Benjamin Sesko, pembelian mahal musim panas lalu, belum pernah menjadi starter di Premier League musim ini meski menunjukkan ketajaman di paruh kedua musim lalu.
- Marcus Rashford tampil impresif saat melawan Ipswich, tetapi peluang emas yang gagal dikonversi membuka ruang bagi pelatih untuk melakukan rotasi.
- Dengan tinggi 196 cm dan naluri gol tajam, Sesko dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang yang dibutuhkan Setan Merah untuk konsistensi.

Laga tandang melawan Everton akhir pekan ini bisa menjadi titik balik bagi Benjamin Sesko di Manchester United. Penyerang asal Slovenia yang direkrut dengan biaya 74 juta pound sterling dari RB Leipzig itu belum sekalipun diturunkan sebagai starter di Premier League musim ini, meski performanya di paruh kedua musim lalu menunjukkan naluri gol yang luar biasa. Keputusan pelatih Michael Carrick untuk memberi kepercayaan penuh kepada Marcus Rashford di lini depan mulai dipertanyakan, terutama setelah sang winger gagal memanfaatkan peluang emas saat melawan Ipswich Town.
Rashford, yang kembali dipulihkan setelah dipinjamkan ke Barcelona musim lalu, memang tampil meyakinkan dengan rating 8/10 dari Gary Neville. Ia menciptakan tiga peluang dan memenangi tujuh duel. Namun, kegagalannya mencetak gol melawan Ipswich menjadi catatan tersendiri. Di sisi lain, Carrick dikenal gemar memainkan formasi dengan penyerang dinamis seperti Matheus Cunha di posisi nomor sembilan. Meski demikian, menghadapi pertahanan Everton yang kokoh, kehadiran target man berpostur 196 sentimeter seperti Sesko bisa menjadi alternatif taktis yang lebih efektif.
Sesko, yang dijuluki "Haaland baru" oleh pengamat sepak bola Jacek Kulig, sempat kesulitan beradaptasi pada awal musim lalu. Kritik tajam bahkan dilontarkan Neville yang menilai dirinya "jauh dari kata siap". Namun, sembilan dari sebelas golnya di Premier League musim lalu tercipta setelah pergantian tahun. Tren positif itu menjadi bukti bahwa ia membutuhkan waktu untuk menemukan ritme terbaiknya. Kini, dengan dukungan penuh dari direktur teknis Jason Wilcox yang menyebutnya memiliki "potensi kelas dunia", Sesko layak mendapatkan kesempatan membuktikan diri sejak menit pertama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Carrick ini menarik untuk disimak. Manchester United memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan performa tim asal Inggris itu kerap menjadi bahan perbincangan hangat. Jika Sesko akhirnya dipercaya menjadi starter, publik Indonesia akan menyaksikan bagaimana pemain muda dengan harga selangit itu mampu menjawab ekspektasi. Hal ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran dalam mengembangkan pemain muda, sebuah nilai yang relevan dengan perkembangan sepak bola nasional yang tengah gencar mempromosikan talenta muda.
Pertandingan melawan Everton juga menjadi ujian konsistensi bagi Manchester United. Setan Merah hanya kalah sekali dalam tujuh laga terakhir melawan The Toffees di Merseyside. Namun, catatan buruk di awal musim lalu menjadi pengingat bahwa tim ini rentan mengalami inkonsistensi. Meraih kemenangan beruntun menjadi harga mati jika ingin bersaing di papan atas. Keputusan berani Carrick untuk menurunkan Sesko bisa menjadi sinyal bahwa ia siap mengambil risiko demi hasil jangka panjang.
Analis Ben Mattinson menyebut Sesko sebagai "monster" penyerang muda yang sedang berkembang. Kehadirannya di kotak penalti lawan diprediksi mampu memberi dimensi baru dalam serangan United. Namun, pertanyaannya, apakah Carrick berani mengorbankan Rashford yang tengah dalam performa apik? Atau justru ia akan memainkan keduanya secara bersamaan? Keputusan ini akan menentukan arah permainan United dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus menjawab apakah investasi besar untuk Sesko akan segera membuahkan hasil.



