Kecelakaan Beruntun di Kembangan: Mobil Listrik BYD Diduga Jadi Pemicu, Tiga Tewas
Baca dalam 60 detik
- Insiden di Jembatan Kembang Kerep melibatkan tiga mobil dan satu sepeda motor, menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.
- Kronologi awal menunjukkan mobil listrik BYD menabrak Innova, yang kemudian mendorong Fortuner hingga menghantam pemotor.
- Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis pada kendaraan listrik.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga mobil dan satu sepeda motor di Jembatan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat siang, mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Peristiwa nahas itu diduga dipicu oleh mobil listrik BYD yang kehilangan kendali di turunan jembatan.
Kanit Gakkum Satlantas Jakarta Barat, AKP Joko, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Mobil listrik BYD bernomor polisi B-2703-BNA yang dikemudikan pria berinisial K melaju dari arah selatan ke utara. Saat tiba di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep, kendaraan tersebut menabrak Kijang Innova B-1277-UIH yang dikemudikan HW. "Sesampainya di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep wilayah Kembangan, Jakarta Barat menabrak Kijang Innova B-1277-UIH yang dikemudikan pria HW," ujar Joko dalam keterangannya.
Dampak tabrakan itu mendorong Innova ke depan hingga menabrak Toyota Fortuner L-1021-BAD yang dikemudikan EE. Fortuner kemudian oleng ke kanan dan menghantam Honda Vario B-4915-BCD yang dikendarai AP. "Kemudian body samping kiri (Fortuner) menghantam motor Honda Vario B-4915-BCD yang dikendarai AP yang berada di samping kirinya," imbuh Joko. Setelah menabrak Innova, BYD kehilangan kendali dan menabrak lampu penerangan jalan, ringsek, dan tersangkut di median.
Tiga korban meninggal dunia adalah pengendara motor AP, penumpang motor YS, dan seorang anak perempuan berinisial ZZ (7). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan hal tersebut. "Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia, terdiri atas pengendara sepeda motor, seorang perempuan yang menjadi penumpang, serta seorang anak," katanya. Empat korban luka adalah penumpang Innova YL, dua penumpang BYD drg SS dan drg HA, serta pengemudi BYD K.
Kecelakaan ini menyoroti potensi risiko kendaraan listrik di jalan raya, terutama di medan menurun. Meski belum ada konfirmasi penyebab pasti, kejadian ini memicu pertanyaan tentang keselamatan mobil listrik di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat. Data Kementerian Perhubungan mencatat penjualan mobil listrik melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir, seiring dengan kebijakan insentif pemerintah. Namun, infrastruktur dan kesiapan teknis kendaraan menjadi perhatian, termasuk sistem pengereman regeneratif yang kerap disalahpahami pengemudi.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih mendalami penyebab kecelakaan. Faktor teknis, seperti kegagalan sistem pengereman atau kelistrikan, belum dapat disingkirkan. Pengemudi BYD sendiri selamat, meski mengalami luka. Pihak kepolisian juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk merekonstruksi kejadian secara lebih akurat.
Bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya memahami karakteristik mobil listrik, terutama dalam hal pengereman dan pengendalian di turunan. Sementara itu, otoritas terkait diharapkan segera merilis hasil investigasi agar publik mendapat kejelasan. Apakah kecelakaan ini akan memicu evaluasi regulasi keselamatan kendaraan listrik di Tanah Air? Publik menanti jawaban dari kepolisian dan Kementerian Perhubungan.



