Kebakaran Besar di George Town: 10 Bangunan Kayu Ludes, Warga Sekitar Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Setidaknya sepuluh bangunan kayu di dekat Chew Jetty, Penang, hangus terbakar dalam insiden yang dipicu dari area belakang pom bensin.
- Upaya pemadaman terkendala tekanan air rendah, sementara lima regu pemadam sukarela dikerahkan dari pulau dan daratan.
- Insiden ini menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat dan cagar budaya terhadap bahaya kebakaran, memicu pertanyaan tentang kesiapsiagaan darurat.

Kebakaran hebat melanda kawasan padat bangunan kayu di George Town, Penang, pada Sabtu dini hari (5/8/2026), menghanguskan sedikitnya sepuluh rumah dan unit usaha yang berjarak kurang dari 50 meter dari Chew Jetty, salah satu destinasi wisata warisan dunia UNESCO. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.00 waktu setempat, berasal dari area belakang sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang hanya berjarak 200 meter dari terminal feri. Kejadian ini memicu kepanikan warga dan mengerahkan sejumlah besar petugas pemadam kebakaran.
Menurut laporan saksi di lokasi, pusat daur ulang di dekat titik api langsung dilalap si jago merah. Ledakan berulang kali terdengar saat api merambat ke bengkel kendaraan bermotor di sebelahnya. Suara ledakan itu pula yang membangunkan warga yang tinggal di sekitar klaster jetties, kawasan bersejarah yang dihuni oleh komunitas Tionghoa sejak abad ke-19. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun tim penyelamat masih melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam bangunan yang runtuh.
Lima regu pemadam kebakaran sukarela dari Pulau Penang dan daratan seberang dikerahkan ke lokasi. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala oleh rendahnya tekanan air di area tersebut. Kondisi ini memaksa petugas untuk mencari sumber air alternatif, termasuk memanfaatkan air laut. Seorang fotografer bernama Allen Lim yang berada di lokasi menerbangkan drone dan berhasil merekam aksi heroik para pemadam yang berjalan menembus lumpur saat air surut untuk mencapai bangunan dari arah laut dan memeriksa kemungkinan adanya korban terjebak.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat dan cagar budaya di Asia Tenggara terhadap bahaya kebakaran. Chew Jetty sendiri merupakan salah satu dari enam klan jetty yang tersisa di George Town, yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2008. Kawasan ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, dengan rumah panggung kayu yang berdiri di atas laut dan menjadi saksi bisu sejarah maritim Malaysia. Kebakaran seperti ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga melenyapkan warisan budaya yang tak ternilai.
Anggota parlemen Tanjung, Lim Hui Ying, dan anggota dewan kota Pengkalan Kota, Wong Yuee Harng, terlihat hadir di lokasi untuk memantau situasi dan memberikan dukungan kepada warga yang terkena dampak. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan menyeluruh untuk menaksir total kerugian material dan memastikan penyebab pasti kebakaran. Investigasi awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik atau kelalaian dalam penanganan bahan mudah terbakar di pusat daur ulang, namun belum ada konfirmasi resmi.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama yang memiliki nilai historis dan pariwisata tinggi. Kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar memiliki banyak kawasan serupa yang rawan kebakaran, seperti permukiman di sekitar pelabuhan atau kawasan kota tua. Regulasi keselamatan kebakaran yang ketat, penyediaan akses air yang memadai, serta pelatihan bagi relawan pemadam kebakaran menjadi krusial untuk mencegah tragedi serupa.
Ke depan, pertanyaan besar yang menggantung adalah bagaimana pemerintah setempat akan menyeimbangkan upaya pelestarian kawasan bersejarah dengan kebutuhan modernisasi infrastruktur keselamatan. Apakah akan ada relokasi bagi warga yang rumahnya rusak? Bagaimana memastikan kejadian serupa tidak terulang? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan masa depan kawasan clan jetties yang ikonik itu.



