Callum Russell: Dari Kecelakaan Mematikan Menuju Sejarah Handcycling Inggris
Baca dalam 60 detik
- Atlet asal Stockport ini menjadi pria Inggris pertama yang meraih medali Kejuaraan Dunia handcycling setelah beralih dari para-dayung.
- Kecelakaan di tahun 2018 yang melumpuhkan kakinya justru membuka pintu menuju dua karier olahraga berbeda serta pekerjaan modeling.
- Russell akan kembali berlaga di Kejuaraan Dunia di Alabama akhir pekan ini sebagai salah satu andalan Inggris.

Callum Russell, atlet handcycling asal Inggris, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya. Pria berusia 30 tahun yang lumpuh dari pinggang ke bawah sejak 2018 ini, kini bersiap menghadapi Kejuaraan Dunia di Alabama, Amerika Serikat, akhir pekan ini. Lebih dari itu, ia juga sukses meniti karier sebagai model untuk sejumlah merek terkenal.
Perjalanan Russell tidaklah mudah. Pada 2018, ia baru saja memulai karier profesional sebagai pembalap sepeda gunung. Namun, sebuah kecelakaan saat latihan di Gisburn Forest mengubah segalanya. Ia kehilangan sensasi di kakinya dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter. Diagnosisnya pun telak: sumsum tulang belakangnya putus di ruas T11, membuatnya lumpuh permanen.
Alih-alih larut dalam keputusasaan, Russell justru memilih untuk beradaptasi. "Saya tidak pernah mengalami momen trauma. Ada kesadaran bahwa ini akan sulit, saya harus belajar banyak hal baru, tapi itulah yang harus dijalani," ujarnya kepada BBC Sport. Dukungan keluarga dan teman-temannya membuatnya segera kembali ke alam bebas, meski awalnya ia sempat membenci handbike karena terasa sangat berbeda dengan sepeda gunung.
Kebebasan justru ia temukan dalam olahraga dayung, yang belum pernah ia coba sebelumnya. Dalam waktu singkat, ia bergabung dengan skuat para-dayung Inggris dan meraih medali perunggu pada debut internasionalnya di Piala Dunia 2022. Namun, saat melihat rekan setimnya, Ben Pritchard, berkeliling dengan handcycle di sekitar danau, api kecintaannya pada bersepeda kembali menyala.
Keputusan untuk pindah ke handcycling pada 2023 membuahkan hasil manis. Dua tahun kemudian, Russell mencetak sejarah sebagai pria Inggris pertama yang meraih medali Kejuaraan Dunia handcycling, dengan perunggu di nomor time trial di Belgia. "Mendayung memberi saya kebugaran, tapi tidak memberi apa yang saya cintai dari olahraga: kemandirian untuk menjelajah," jelasnya.
Kisah Russell tidak hanya menginspirasi di Inggris. Di Indonesia, di mana kesadaran akan olahraga difabel masih terus berkembang, perjuangan Russell menjadi cermin bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi. Dengan persiapan menuju Paralimpiade, atlet-atlet Indonesia seperti Saptoyogo Purnomo di cabang para-atletik atau Ni Nengah Widiasih di para-angkat berat, bisa mengambil pelajaran dari mentalitas Russell yang pantang menyerah.
Di luar arena balap, Russell mengakui bahwa modeling adalah cara untuk mengeksplorasi peluang yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan. "Saya orangnya pendiam, tapi setelah cedera, saya jadi berpikir: mengapa tidak mencoba hal-hal baru?" katanya. Sikap inilah yang membuatnya percaya bahwa "ada kehidupan yang luar biasa setelah cedera", asalkan mau meraih peluang dengan kedua tangan.
Dengan Kejuaraan Dunia di Alabama yang tinggal menghitung hari, Russell kembali menjadi sorotan. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang atau bahkan melampaui pencapaiannya di Belgia? Atau justru karier modelingnya yang akan semakin melejit? Yang jelas, Russell telah membuktikan bahwa hidup setelah kecelakaan bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang penuh kemungkinan.



