Shohei Ohtani Diistirahatkan: Cedera Bisep dan Leher Mengancam Misi Dodgers di Oktober
Baca dalam 60 detik
- Dodgers mengistirahatkan Ohtani pada laga melawan Cardinals setelah ia tampak kesakitan dan strike out empat kali, dengan keluhan pada bisep kanan dan leher.
- Manajer Dave Roberts menyebut cedera Ohtani 'day to day' dan tidak menutup kemungkinan masuk daftar cedera, meski peluangnya kecil.
- Kebugaran Ohtani menjadi kunci bagi Dodgers yang mengincar gelar World Series ketiga beruntun, dengan jadwal padat menuju postseason.

Los Angeles Dodgers mengambil langkah hati-hati dengan mengistirahatkan Shohei Ohtani pada laga penutup seri melawan St. Louis Cardinals, Kamis (4/9), setelah bintang dua arah itu tampak kesakitan dan mencatat empat strikeout dalam kekalahan 6-8 sehari sebelumnya. Keputusan ini memunculkan kekhawatiran baru tentang kondisi fisik Ohtani menjelang bulan Oktober yang krusial bagi ambisi Dodgers meraih gelar juara ketiga berturut-turut.
Manajer Dave Roberts mengonfirmasi bahwa ia mengirim pesan teks kepada Ohtani setelah kekalahan Rabu malam untuk memberitahukan bahwa pemainnya tidak akan tampil sebagai starter. Ohtani, yang dikenal dengan etos kerja tingginya, hanya membalas dengan emoji hormat. "Dia tahu itu keputusan yang tepat," ujar Roberts. Namun, di balik sikap patuh itu, tersirat masalah yang lebih serius: Ohtani melaporkan rasa sakit pada bisep kanan dan lehernya, yang menurut Roberts menjadi penyebab seringai dan gerakan mengibaskan lengan yang terlihat saat ia berusaha memukul.
Cedera ini bukan hal baru. Ohtani belum pernah naik ke gundukan sejak 3 Juli akibat nyeri lutut kiri dan bisep kanan. Sebelum diistirahatkan, ia mencatat rekor 8-2 dengan ERA 1.79 dalam 14 start. Namun, masalah di sisi pitching ini kini merembet ke performa memukulnya. Setelah empat kali strikeout beruntun—yang pertama musim ini—rata-rata pukulannya turun menjadi .279. Roberts mengakui bahwa gejala yang dialami Ohtani tidak membaik dalam beberapa pekan terakhir, dan opsi untuk memasukkannya ke daftar cedera (injured list) tidak sepenuhnya tertutup. "Kecil kemungkinannya, tapi bukan tidak mungkin," katanya.
Keputusan Roberts untuk mengistirahatkan Ohtani bukan tanpa pertimbangan. Ia menegaskan tidak akan memaksakan pemainnya tampil hanya karena nama besarnya. "Dia ingin bermain, tapi saya tidak akan menurunkannya hanya karena nama di punggung jersey-nya," tegas Roberts. Sebagai gantinya, pemain tengah Tommy Edman mengisi posisi pertama dalam line-up, sementara Alex Call ditunjuk sebagai designated hitter di urutan kedelapan. Roberts juga mengungkapkan bahwa ia akan berbicara dengan Ohtani dan staf pelatih pada Kamis untuk mengevaluasi perkembangannya sebelum memutuskan statusnya untuk laga pembuka melawan Washington Nationals, Jumat.
Kekhawatiran terbesar bagi Dodgers adalah bagaimana menjaga Ohtani tetap sehat hingga postseason. Roberts menyadari bahwa tim harus pandai mengatur waktu istirahat di sisa musim reguler yang sekitar tiga setengah hingga empat minggu lagi. "Terserah kami untuk mencari cara melewati periode ini," ujarnya. Namun, ia tetap optimistis: "Saya sangat yakin kita akan melihat Ohtani seperti yang kita harapkan."
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa manajemen beban pemain menjadi kunci sukses tim di level tertinggi. Ohtani, yang sering disebut sebagai fenomena generasional, menunjukkan bahwa bahkan atlet terbaik pun rentan terhadap cedera jika dipaksa tampil terus-menerus. Pendekatan Dodgers yang memprioritaskan kesehatan jangka panjang daripada hasil jangka pendek bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub olahraga di Indonesia, baik dalam sepak bola maupun cabang lain, yang kerap mengorbankan kebugaran pemain demi kemenangan instan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Ohtani bisa kembali ke performa puncaknya sebelum babak playoff dimulai. Roberts mengisyaratkan bahwa ia akan memantau perkembangan Ohtani dari hari ke hari, termasuk melihat hasil bullpen berikutnya sebelum menentukan langkah selanjutnya dalam program pitching-nya. Jika cedera ini berkepanjangan, bukan tidak mungkin Dodgers harus berpikir ulang tentang peran Ohtani di postseason—apakah sebagai pemukul penuh waktu, atau tetap berusaha memaksimalkan kemampuannya di gundukan. Satu hal yang pasti: keputusan yang diambil dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah mimpi Dodgers untuk tiga gelar beruntun masih terjaga atau justru kandas di tengah jalan.



