Vaksin Herpes Zoster Berpotensi Tekan Risiko Penyakit Jantung hingga 9 Persen
Baca dalam 60 detik
- Studi observasional terhadap 72.920 lansia menunjukkan penurunan beban kardiovaskular 9% pada penerima vaksin Shingrix dibanding Zostavax.
- Analisis data kesehatan AS mengungkap manfaat tambahan vaksin herpes zoster dalam menurunkan risiko stroke dan gagal jantung, terutama pada pria.
- Para ahli menyerukan uji klinis acak untuk memastikan efek kardioprotektif vaksin dan menentukan usia optimal vaksinasi.

Vaksin herpes zoster rekombinan yang dikenal dengan merek Shingrix tidak hanya melindungi dari cacar ular, tetapi juga berpotensi menurunkan beban penyakit kardiovaskular hingga 9 persen dalam tujuh tahun setelah penyuntikan. Temuan ini terbit di jurnal Nature Medicine dan membuka peluang baru dalam pencegahan penyakit jantung yang selama ini menjadi pembunuh nomor satu di dunia.
Penelitian yang dipimpin Max Taquet dari Universitas Oxford ini menganalisis data catatan kesehatan elektronik dari jaringan TriNetX di Amerika Serikat. Sebanyak 72.920 orang berusia 60 tahun ke atas dilibatkan, dengan separuh menerima Shingrix dan sisanya mendapat vaksin Zostavax yang menggunakan virus hidup. Selama periode pengamatan tujuh tahun, kelompok Shingrix menunjukkan penurunan beban penyakit jantung iskemik sebesar 10 persen dan gagal jantung 12 persen. Khusus pada pria, risiko stroke turun 12 persen, sementara fibrilasi atrium berkurang 7 persen pada kedua jenis kelamin.
Taquet menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular menyebabkan satu kematian setiap dua detik di seluruh dunia. "Intervensi yang berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung akan berdampak besar pada kesehatan masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa vaksinasi herpes zoster, khususnya jenis rekombinan, mungkin memiliki manfaat tak terduga di luar pencegahan infeksi. Namun, ia mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga hasilnya perlu dikonfirmasi melalui uji klinis acak yang saat ini sedang berlangsung.
Heather Johnson, direktur kardiologi pencegahan di Baptist Health South Florida, menjelaskan dua mekanisme yang mungkin mendasari efek ini. Pertama, mencegah infeksi herpes zoster yang memicu peradangan dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke. Kedua, adjuvan AS01 dalam Shingrix diduga memicu perubahan jangka panjang pada sel imun dan jalur peradangan, termasuk menekan interleukin-6 (IL-6) yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. "Hipotesis ini menarik, tetapi masih perlu dibuktikan secara eksperimental," kata Johnson.
Kevin Shah, ahli jantung dari MemorialCare Heart & Vascular Institute, menyebut temuan ini sebagai kejutan yang menjanjikan. "Vaksin sudah menjadi intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif. Jika vaksin memberikan manfaat di luar target infeksi, dampaknya terhadap populasi bisa sangat besar," katanya. Senada dengan itu, Renato Apolito dari Hackensack Meridian Jersey Shore University Medical Center mengaku semakin yakin merekomendasikan vaksin ini kepada pasiennya. "Saya sendiri penerima vaksin ini dan sudah lama menganjurkannya. Jika benar bisa mengurangi kejadian jantung, itu alasan tambahan yang kuat," ujarnya.
Bagi Indonesia, temuan ini relevan mengingat penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi penyakit jantung koroner yang terus meningkat, sementara cakupan vaksinasi herpes zoster masih rendah karena keterbatasan akses dan biaya. Jika manfaat kardiovaskular ini terbukti melalui uji klinis, vaksinasi herpes zoster bisa menjadi strategi ganda: mencegah infeksi dan menekan beban penyakit jantung. Namun, perlu kajian lebih lanjut mengenai efektivitas biaya dan prioritas usia vaksinasi di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah efek perlindungan ini bertahan lebih dari tujuh tahun dan apakah vaksin dapat memberikan manfaat serupa pada kelompok usia yang lebih muda. Uji klinis yang sedang berjalan diharapkan menjawab misteri tersebut. Jika terbukti, vaksin herpes zoster tidak hanya menjadi tameng melawan cacar ular, tetapi juga investasi kesehatan jantung yang murah dan mudah dijangkau.



