Miley Cyrus Umumkan Album ke-10 "Bass Persuades", Rilis 18 September
Baca dalam 60 detik
- Pelantun "Wrecking Ball" mengonfirmasi album studio kesepuluh berjudul Bass Persuades akan dirilis 18 September, sekaligus mengubah nama panggungnya menjadi Miley.
- Dua konser spesial di Hollywood Bowl pada 16 dan 18 Oktober akan menandai perilisan album, meski ia sempat menyatakan tak ingin tur lagi.
- Album ini disebut sebagai refleksi cinta yang damai dan transformasi diri, terinspirasi dari mendiang ibu baptisnya, Dolly Parton.

Miley Cyrus memastikan album studio kesepuluhnya akan segera hadir di tengah penggemar. Penyanyi berusia 33 tahun itu mengumumkan bahwa album bertajuk Bass Persuades akan dirilis pada 18 September mendatang, hanya beberapa pekan lagi. Kabar ini disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, sekaligus menegaskan perubahan identitas profesionalnya menjadi lebih sederhana: cukup Miley.
Dalam unggahannya, Miley menjelaskan makna di balik judul album yang terbilang unik tersebut. Menurutnya, musik adalah kekuatan yang mampu "menggenggam" pendengarnya—dirasakan, dinyanyikan, bahkan ditari—sebelum akhirnya dilepas dan dilanjutkan. Ia menggambarkan musik sebagai sesuatu yang "kuat, rentan, manis, dan kokoh", mencerminkan perjalanan hidup yang penuh liku, dari kebahagiaan hingga patah hati.
Peluncuran album ini akan dirayakan dengan dua konser akbar di Hollywood Bowl pada 16 dan 18 Oktober. Bagi Miley, panggung tersebut memiliki makna emosional tersendiri. "Hollywood Bowl adalah tempat favorit saya untuk menikmati musik dan melihat artis favorit saya. Saya sudah berkali-kali duduk di kursi penonton, tapi belum pernah naik ke atas panggung. LA adalah jantung saya, dan saya membawanya pulang," tulisnya dalam pengumuman terpisah.
Keputusan untuk kembali tampil di panggung besar ini menarik perhatian, mengingat tahun lalu Miley sempat menegaskan tidak memiliki "keinginan" untuk tur lagi. Namun, perubahan haluan ini tampaknya sejalan dengan babak baru kariernya. Pekan ini, ia juga mengganti nama akun media sosialnya menjadi hanya "Miley" dan mengunggah foto terbaru dengan keterangan nama depannya saja. Langkah ini belum dijelaskan secara gamblang, tetapi muncul setelah ia menandatangani kontrak baru dengan Atlantic Records.
Dalam wawancara dengan aktris Daryl Hannah untuk majalah Wonderland, Miley mengungkapkan bahwa album ini sarat dengan nuansa cinta. "Album ini adalah kisah cinta, tapi kisah cinta tidak pernah satu dimensi. Selalu berlapis," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ada benang romantis yang terjalin di dalamnya, sebagaimana album-albumnya yang lain, yang merupakan refleksi dari kehidupannya saat ini. Namun, yang membedakan adalah perasaan damai yang kini menemaninya—sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Cinta yang tenang telah menjadi tema di tiga album terakhir saya. Bukan hanya cinta dengan orang lain, tapi juga cinta yang saya temukan untuk diri sendiri," jelasnya.
Di tengah euforia perilisan album, Miley juga tengah berduka atas kepergian ibu baptisnya, Dolly Parton, yang wafat pekan lalu di usia 80 tahun. Dalam unggahan emosional, ia mengenang momen-momen pribadi yang tak akan pernah ia bagikan ke publik. "Perasaan kehilangan Bibi Dolly melampaui apa yang pantas untuk dibagikan. Momen paling sakral kami bersifat pribadi dan akan tetap berada di belakang panggung, di balik glamor, dan di antara hati kami," tulisnya. Namun, ia meyakini Dolly akan menginginkannya untuk merasakan kesedihan itu, menuliskan lagu tentangnya, lalu melanjutkan hidup dengan kuat. "Saya memiliki malaikat di sisi saya. Salah satu percakapan terakhir kami adalah tentang musik dan metamorfosis," kenangnya.
Bagi penggemar di Indonesia, perilisan album ini tentu menjadi kabar yang dinantikan. Meski Miley tidak lagi melakukan tur besar, kehadiran album barunya tetap bisa dinikmati melalui platform streaming digital yang umum digunakan di Tanah Air. Fenomena perubahan nama panggung dan album yang sarat makna personal ini juga mengingatkan kita pada bagaimana musisi internasional kerap menggunakan karya sebagai medium terapi dan ekspresi diri—sebuah tren yang juga mulai diikuti oleh musisi lokal.
Dengan album yang akan segera hadir, pertanyaan besarnya adalah: akankah Miley Cyrus kembali ke panggung Asia, termasuk Indonesia, untuk mempromosikan album ini? Atau akankah ia tetap konsisten dengan keputusannya untuk tidak tur? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: para penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, patut menantikan karya terbaru dari salah satu ikon pop paling berpengaruh di generasinya.



