Krisis Cedera Juventus: Thuram Jalani Operasi Lutut, Absen Hingga 2027
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Juventus, Khephren Thuram, dipastikan menjalani operasi lutut dan absen hingga Januari 2027.
- Cedera patellofemoral yang diderita sejak akhir musim lalu memaksa klub mencari pengganti darurat, Pape Matar Sarr.
- Absennya Thuram dan Yildiz membuat lini tengah dan serangan Juventus krisis di awal musim.

Kabar buruk menghampiri Juventus di awal musim 2026/2027. Gelandang andalan mereka, Khephren Thuram, dipastikan harus menjalani operasi pada lututnya dan diperkirakan baru bisa kembali merumput pada Januari 2027. Keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan spesialis lutut kenamaan asal Lyon, Bertrand Sonnery Cottet, awal pekan ini.
Thuram mengalami sindrom patellofemoral, sebuah kondisi yang menyebabkan nyeri di sekitar tempurung lutut akibat keausan tulang rawan. Masalah ini sebenarnya sudah dirasakan pemain asal Prancis itu sejak akhir musim 2025/2026. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, spesialis merekomendasikan tindakan operasi sebagai solusi jangka panjang.
Prosedur yang akan dijalani Thuram adalah operasi artroskopi, sebuah teknik minimal invasif untuk memperbaiki kerusakan tulang rawan di belakang tempurung lutut. Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan SportMediaset, operasi akan dilakukan pada Kamis, 3 September. Dengan perkiraan waktu pemulihan empat bulan, Thuram dipastikan melewatkan sebagian besar kompetisi musim ini.
Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi pelatih Thiago Motta. Sejak didatangkan dari Nice pada musim panas 2025, Thuram telah menjadi bagian penting di lini tengah Bianconeri. Ketidakhadirannya di lapangan membuat Juventus harus berpikir cepat untuk mencari pengganti yang sepadan.
Manajemen klub pun bergerak cepat. Di hari terakhir bursa transfer, mereka berhasil mengamankan jasa Pape Matar Sarr dari Tottenham Hotspur dengan status pinjaman plus opsi pembelian. Pemain asal Senegal itu diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Thuram, setidaknya untuk paruh pertama musim.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena Thuram bukan satu-satunya pemain kunci yang cedera. Bintang muda Juventus, Kenan Yildiz, baru saja menjalani operasi akibat patah tulang kaki dan harus menepi selama tiga bulan. Dengan dua pilar utama absen bersamaan, Juventus menghadapi ujian berat di awal musim.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada musim 2021/2022 ketika Juventus juga kehilangan sejumlah pemain inti karena cedera. Namun, kedalaman skuad yang dimiliki saat ini dianggap lebih baik, sehingga peluang untuk tetap kompetitif masih terbuka lebar.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini menarik untuk disimak mengingat banyak penggemar Serie A di tanah air. Absennya pemain sekaliber Thuram tentu akan memengaruhi kualitas pertandingan Juventus. Para penggemar setia Bianconeri di Indonesia pun harus bersabar menunggu aksi pemain idolanya kembali ke lapangan.
Pertanyaan besarnya kini adalah: akankah Juventus mampu bertahan di papan atas tanpa dua pemain kuncinya? Atau justru ini menjadi momentum bagi pemain muda lain untuk unjuk gigi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad dan strategi pelatih Thiago Motta.


