Beto Resmi Hengkang dari Everton, Fiorentina Tebus Rp 337 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Striker asal Guinea-Bissau, Beto, resmi berseragam Fiorentina setelah ditebus dari Everton dengan nilai mencapai Rp 337 miliar.
- Kepindahan ini menandai kembalinya Beto ke Serie A setelah tiga tahun berkarier di Liga Inggris bersama The Toffees.
- Kedatangan Beto diharapkan memperkuat lini serang Fiorentina yang musim lalu tampil kurang konsisten di kompetisi domestik.

Beto, penyerang asal Guinea-Bissau, resmi menjadi milik Fiorentina setelah kedua klub mengumumkan kesepakatan transfer permanen pada Selasa (1/9). Nilai transfer tidak diungkapkan secara resmi, namun media Italia dan Inggris menyebut total paket yang disepakati mencapai sekitar 15,4 juta poundsterling atau setara Rp 337 miliar.
Kepindahan ini mengakhiri petualangan Beto di Everton yang berlangsung selama tiga musim. Selama berseragam The Toffees, pemain berusia 28 tahun itu tampil dalam 113 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 25 gol. Sosoknya cukup populer di kalangan pendukung Everton berkat dedikasi dan perjuangannya di lapangan.
Beto bukan wajah baru di sepak bola Italia. Sebelum merantau ke Inggris, ia sempat membela Udinese dan mencatatkan 22 gol dalam 65 penampilan. Kini, ia kembali ke Serie A dengan membawa pengalaman berharga dari Liga Inggris, yang diharapkan bisa memperkuat lini serang Fiorentina yang musim lalu kesulitan mencetak gol secara konsisten.
Bagi Fiorentina, kedatangan Beto menjadi sinyal ambisi klub untuk bersaing di papan atas klasemen. Manajemen klub asal Florence itu tampaknya tidak ragu menggelontorkan dana besar demi mendatangkan pemain yang dianggap cocok dengan filosofi permainan pelatih. Langkah ini juga menjadi jawaban atas kritik suporter yang menginginkan tambahan amunisi di lini depan.
Di sisi lain, Everton melepas Beto dengan pertimbangan kebutuhan finansial dan perombakan skuad. Klub asal Liverpool itu tengah berbenah setelah musim lalu nyaris terdegradasi. Penjualan Beto memberikan ruang fiskal bagi Everton untuk mendatangkan pemain baru yang lebih sesuai dengan rencana pelatih.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan dinamika pasar pemain Eropa yang terus bergerak. Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air, pergerakan pemain seperti Beto kerap menjadi sorotan, terutama dalam konteks persaingan klub-klub besar Eropa. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, kepindahan ini tetap relevan sebagai bahan diskusi tentang strategi klub dalam membangun skuad kompetitif.
Para pengamat menilai Fiorentina mendapatkan pemain dengan naluri gol yang terbukti di dua liga top Eropa. Beto diharapkan mampu beradaptasi cepat dengan gaya permainan Serie A yang lebih mengutamakan taktik dan disiplin. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang performa impresifnya saat membela Udinese? Atau justru akan kesulitan bersaing di klub yang lebih ambisius?
Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi Beto. Jika berhasil tampil konsisten, ia bisa menjadi salah satu penyerang paling produktif di Serie A. Namun, jika gagal, tekanan dari suporter Fiorentina yang terkenal kritis bisa menjadi beban tersendiri. Hanya waktu yang bisa menjawab apakah keputusan pindah ini adalah langkah tepat bagi kariernya.



