Torino Sabet Tiga Rekrutan di Hari Penutup, Gineitis Menuju Celtic
Baca dalam 60 detik
- Torino mengamankan jasa Mandragora, Braganca, dan Patterson di hari terakhir bursa transfer Italia.
- Kesepakatan dengan Celtic untuk Gineitis diperkirakan mencapai €10 juta, dengan batas waktu hingga Kamis.
- Langkah ini memperkuat skuad Torino sambil membuka peluang finansial dari penjualan pemain muda.

Torino menutup bursa transfer musim dingin dengan tiga rekrutan baru: Rolando Mandragora dari Fiorentina, Daniel Braganca dari Sporting CP, dan Nathan Patterson dari Everton. Namun, klub asal Piedmont itu masih memiliki pekerjaan rumah untuk melepas Gvidas Gineitis ke Celtic, dengan tenggat waktu hingga Kamis.
Bursa transfer Italia resmi ditutup pada Selasa pukul 19.00 waktu setempat, sehingga klub Serie A tidak bisa lagi mendatangkan pemain kecuali yang berstatus bebas transfer. Meski demikian, Torino masih dapat menjual pemain ke liga yang bursanya masih terbuka, seperti Skotlandia. Ini menjadi peluang emas bagi klub untuk meraup keuntungan dari penjualan Gineitis, yang telah lama menjadi incaran Celtic.
Gineitis, gelandang muda asal Lituania, telah menjadi target utama Celtic sejak beberapa bulan terakhir. Beberapa tawaran sempat ditolak, tetapi kini kesepakatan senilai sekitar €10 juta diprediksi bakal terwujud. Menariknya, Torino tetap menurunkan Gineitis dalam laga Coppa Italia melawan Monza pada Selasa malam, menunjukkan bahwa mereka tidak terburu-buru dalam proses negosiasi.
Rekrutmen terbaru Torino tampaknya dirancang untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gineitis. Mandragora, yang pernah dipinjamkan ke Torino pada musim 2021-22, kembali dengan nilai transfer sekitar €5 juta plus bonus hingga €3 juta. Sementara itu, Braganca datang dengan status pinjaman senilai €1 juta dan opsi pembelian sebesar €3 juta pada akhir musim. Kejutan lainnya adalah kedatangan Patterson, bek kanan internasional Skotlandia, dengan biaya dilaporkan hanya €1 juta, dan Everton berhak atas 30 persen dari penjualan berikutnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Torino ini menarik karena menunjukkan strategi klub-klub Eropa dalam memanfaatkan perbedaan tenggat waktu bursa transfer antarnegara. Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia, di mana klub-klub Liga 1 sering kali memanfaatkan bursa transfer dari liga lain untuk memperkuat skuad di tengah musim. Meski skala dan regulasinya berbeda, pola ini mencerminkan dinamika global dalam manajemen skuad dan negosiasi antarklub.
Langkah Torino ini juga menunjukkan kecermatan dalam membangun kedalaman skuad. Dengan mendatangkan pemain-pemain yang fleksibel, mereka tidak hanya mengantisipasi kepergian Gineitis, tetapi juga memperkuat opsi di lini tengah dan pertahanan. Mandragora, yang memiliki pengalaman di Serie A, diharapkan bisa langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi. Sementara Patterson, yang masih muda, bisa menjadi investasi jangka panjang.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah penjualan Gineitis akan benar-benar terjadi. Jika kesepakatan batal, Torino harus siap dengan konsekuensi memiliki pemain yang mungkin kecewa. Di sisi lain, jika transfer berhasil, dana segar sebesar €10 juta bisa digunakan untuk rekrutan lain atau memperbaiki kondisi keuangan klub. Keputusan ini akan menjadi sorotan dalam beberapa hari ke depan.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka di beberapa liga, Torino masih memiliki waktu untuk melakukan negosiasi. Apakah mereka akan memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.



