Brighton Rekrut Chema Andrés dari Stuttgart: Gelandang Muda Spanyol Jadi Investasi Jangka Panjang
Baca dalam 60 detik
- Chema Andrés resmi bergabung dengan Brighton dari Stuttgart dengan kontrak lima tahun.
- Gelandang berusia 21 tahun itu menjadi bagian penting dalam keberhasilan Stuttgart lolos ke Liga Champions musim lalu.
- Langkah ini menegaskan strategi Brighton dalam merekrut pemain muda potensial untuk dikembangkan di Premier League.

Brighton & Hove Albion resmi mengamankan jasa gelandang muda asal Spanyol, Chema Andrés, dari VfB Stuttgart. Pemain yang juga memperkuat timnas U-21 Spanyol ini menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, menjadikannya rekrutan anyar The Seagulls di bursa transfer musim panas ini.
Kepindahan ini menandai langkah signifikan bagi karier Chema yang baru satu musim membela Stuttgart. Sebelumnya, ia menghabiskan masa pembinaan di akademi Real Madrid sebelum memutuskan pindah ke Jerman pada musim panas 2023. Selama berseragam Stuttgart, pemain kelahiran 2003 itu tampil dalam 41 pertandingan di semua kompetisi dan menyumbangkan empat gol.
Direktur olahraga Stuttgart, Fabian Wohlgemuth, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi Chema. "Berkat sebagian dari dirinya, kami mampu lolos ke Liga Champions dan mencapai final Piala Jerman," ujarnya. Wohlgemuth juga mendoakan kesuksesan Chema di Inggris. Meski demikian, ia tidak merinci nilai transfer yang disepakati kedua klub.
Kedatangan Chema di Brighton dipandang sebagai bagian dari strategi klub dalam membangun skuad muda berbakat. Sebelumnya, Brighton dikenal sukses mengembangkan pemain-pemain seperti Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister yang kemudian dijual dengan harga tinggi. Kehadiran Chema diharapkan dapat mengisi lini tengah yang ditinggalkan sejumlah pemain kunci pada bursa transfer kali ini.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi contoh bagaimana pemain muda dari liga menengah Eropa dapat melompat ke kompetisi top seperti Premier League. Hal ini juga relevan dengan upaya pengembangan pemain muda Indonesia yang mulai banyak merantau ke Eropa, seperti yang dilakukan sejumlah pemain Timnas di Belgia dan Slovakia. Langkah Chema menunjukkan bahwa konsistensi performa di liga domestik dapat membuka peluang ke panggung yang lebih besar.
Chema sendiri sempat menjadi sorotan saat Stuttgart dikalahkan Bayern Munich 1-5 pada laga pembuka Bundesliga akhir pekan lalu. Ia masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan tersebut. Kini, ia harus segera beradaptasi dengan gaya permainan Brighton di bawah arahan pelatih Fabian Hürzeler, yang juga masih muda dan dikenal dengan pendekatan taktis modern.
Dengan kepergian Chema, Stuttgart kehilangan salah satu gelandang serba bisa mereka. Namun, mereka telah mengamankan tiket Liga Champions musim ini dan akan menghadapi Köln pada Jumat malam. Pertanyaan besarnya, apakah Brighton akan memberikan menit bermain yang cukup bagi Chema di musim pertamanya di Inggris, atau ia akan dipinjamkan ke klub lain untuk mengasah kemampuan? Keputusan ini akan menentukan seberapa cepat ia bisa berkembang di panggung sepak bola tertinggi Inggris.



