Kean Resmi Menuju Como: Fiorentina Beri Lampu Hijau, Beto Jadi Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina akhirnya mengizinkan Moise Kean bergabung dengan Como setelah kesepakatan total โฌ40 juta, dengan โฌ35 juta dijamin dan sisanya bonus.
- Kedatangan Beto dari Everton menjadi kunci peluncuran transfer Kean, yang akan menjalani tes medis sebelum bursa musim panas ditutup 1 September.
- Kean akan menjadi bagian dari skuad Como asuhan Cesc Fabregas yang bersiap tampil perdana di Liga Champions 2026-27, dengan laga melawan Barcelona, PSG, dan Manchester United.

Moise Kean akhirnya mendapat lampu hijau dari Fiorentina untuk bergabung dengan Como, klub promosi yang musim depan akan tampil di Liga Champions. Keputusan ini diambil setelah kedua klub mencapai kesepakatan senilai โฌ40 juta, dengan โฌ35 juta sebagai biaya tetap dan โฌ5 juta berupa bonus. Kean dijadwalkan menjalani tes medis sebelum bursa transfer musim panas ditutup pada 1 September.
Kesepakatan ini mengakhiri penantian panjang Como yang sejak awal bursa terus memburu striker timnas Italia tersebut. Namun, Fiorentina baru merestui kepergian Kean setelah berhasil mendapatkan pengganti yang layak. Menurut laporan pakar transfer Gianluca Di Marzio, kedatangan Beto dari Everton menjadi kunci yang membuka jalan bagi Kean untuk pindah. Beto, yang sebelumnya memperkuat Udinese, diharapkan mampu mengisi lini depan Fiorentina yang ditinggalkan Kean.
Bagi Como, kedatangan Kean bukan sekadar rekrutan biasa. Klub yang bermarkas di Danau Como ini sedang membangun skuad impian di bawah arahan Cesc Fabregas, yang musim lalu berhasil membawa tim promosi ini tampil mengejutkan di Serie A. Kehadiran Kean diharapkan menjadi amunisi utama untuk menghadapi tantangan Liga Champions, kompetisi yang sama sekali baru bagi klub yang identik dengan kota wisata tersebut.
Liga Champions 2026-27 akan menjadi panggung besar bagi Como. Mereka akan menghadapi lawan-lawan berat seperti Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Manchester United. Jadwal ini tentu menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Fabregas, sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan eksistensi di kancah Eropa. Kean, yang pernah merasakan atmosfer Liga Champions bersama Juventus dan Paris Saint-Germain, diharapkan menjadi mentor bagi pemain muda Como sekaligus pembeda di laga-laga krusial.
Di sisi lain, Fiorentina tidak tinggal diam. Mereka bergerak cepat untuk mengamankan pengganti Kean. Beto, yang pernah bersinar di Udinese, dianggap sebagai profil yang tepat untuk memperkuat lini serang Viola. Dengan pengalamannya di Serie A, Beto diharapkan bisa langsung beradaptasi dan menjadi mesin gol baru bagi tim asal Florence tersebut. Langkah ini menunjukkan ambisi Fiorentina untuk tetap kompetitif di papan atas Serie A meski kehilangan pemain kunci.
Bagi pengamat sepak bola, transfer ini menarik untuk disimak karena menyoroti strategi klub-klub Italia dalam memanfaatkan bursa transfer. Como, yang baru promosi, berani berinvestasi besar untuk membangun skuad kompetitif. Sementara Fiorentina, yang selama ini dikenal sebagai klub pengembangan pemain, kembali menunjukkan kemampuannya dalam melakukan negosiasi cerdas. Kepergian Kean juga membuka peluang bagi pemain muda Fiorentina untuk naik kelas, sebuah pola yang kerap terjadi di klub-klub Italia.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menjadi pengingat bahwa sepak bola Eropa terus bergerak dinamis. Bagi para penggemar Serie A di Tanah Air, kehadiran Kean di Como akan menambah daya tarik untuk mengikuti perjalanan klub yang sedang naik daun ini. Selain itu, keberhasilan Como menembus Liga Champions juga menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa dengan manajemen yang baik dan investasi tepat, mimpi untuk tampil di kompetisi elite Eropa bukanlah hal yang mustahil.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Kean akan beradaptasi dengan gaya permainan Fabregas yang mengedepankan penguasaan bola dan pressing ketat. Mampukah ia menjadi penyerang utama yang diharapkan? Atau akankah ia kembali menjadi bayangan di klub baru? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun satu hal yang pasti: langkah ini menjadi titik balik penting dalam karier pemain yang sempat kehilangan arah di Juventus dan kini siap membuktikan kualitasnya di panggung terbesar Eropa.



