Buru Pengganti Gakpo, Tottenham Siapkan Dua Opsi: Ndiaye atau Fernandez-Pardo
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengalihkan target ke Iliman Ndiaye setelah gagal mendapatkan Cody Gakpo yang memilih Manchester City.
- Jika kesepakatan dengan Ndiaye buntu, Spurs siap melirik Matias Fernandez-Pardo dari Lille dengan nilai transfer sekitar ยฃ60 juta.
- Kedua pemain menawarkan profil menyerang yang berbeda, dengan Ndiaye unggul dalam dribel dan Fernandez-Pardo lebih klinis di depan gawang.

Bursa transfer musim panas Tottenham Hotspur memasuki babak akhir yang menegangkan. Setelah kehilangan target utama, Cody Gakpo, yang memilih bergabung dengan Manchester City, klub asal London utara itu kini memutar otak untuk tetap memenuhi rencana belanja tiga penyerang baru. Iliman Ndiaye dari Everton menjadi prioritas, namun jika negosiasi gagal, nama Matias Fernandez-Pardo dari Lille siap menjadi pelarian.
Kegagalan mendatangkan Gakpo jelas menjadi pukulan telak. Pemain asal Belanda itu dianggap sebagai profil ideal: sudah teruji di Premier League, berada di puncak karier di usia 27 tahun, dan produktif dengan 18 gol di semua kompetisi musim lalu. Tottenham bahkan telah menyepakati persyaratan pribadi, tetapi keputusan Gakpo untuk memilih City membuat rencana itu buyar. Kini, manajemen Spurs harus bergerak cepat di tengah tenggat waktu yang semakin dekat.
Ndiaye, yang dikenal sebagai penggiring bola ulung, menjadi alternatif utama. Musim lalu, pemain asal Senegal itu mencatatkan 70 dribel sukses di Premier League, hanya kalah dari Jeremy Doku (77). Namun, ketajamannya masih dipertanyakan: hanya enam gol di musim 2025/26. Meski begitu, kontribusinya dalam menciptakan peluang tidak bisa dianggap remeh, dengan angka expected assists yang identik dengan Gakpo (0,14 per 90 menit).
Jika Ndiaye gagal, Tottenham memiliki rencana cadangan yang tak kalah menarik: Matias Fernandez-Pardo. Pemain berusia 21 tahun ini menjadi sorotan di akhir bursa, dengan Newcastle dan Arsenal juga dikabarkan tertarik. Menurut laporan TEAMtalk, Spurs termasuk salah satu klub yang telah mengadakan pembicaraan dengan Lille. Nilai transfernya diperkirakan mencapai ยฃ60 juta, sebanding dengan Ndiaye.
Perbandingan statistik antara Fernandez-Pardo dan Gakpo menunjukkan kemiripan yang mencolok. Keduanya identik dalam hal non-penalty goals per 90 menit, serta memiliki angka progressive carries dan passing yang hampir sama. Fernandez-Pardo juga unggul dalam expected threat (xT) di fase build-up, menempatkannya di 45% teratas winger di liga-liga top Eropa. Fleksibilitasnya bermain di kedua sayap atau sebagai striker menjadi nilai tambah, mirip dengan Gakpo.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Eropa semakin agresif di bursa transfer, dan hal ini berdampak pada persaingan di kompetisi domestik. Kehadiran pemain-pemain seperti Ndiaye atau Fernandez-Pardo akan meningkatkan kualitas Premier League, yang juga disaksikan jutaan penggemar di Indonesia. Selain itu, strategi Tottenham yang berani menggelontorkan dana besar menunjukkan bahwa klub-klub Inggris tidak ragu untuk berinvestasi demi bersaing di level tertinggi.
Keputusan akhir Tottenham akan menentukan arah serangan mereka musim ini. Dengan Savio di kanan, Marmoush di tengah, dan satu lagi di kiri, lini depan Spurs diprediksi menjadi lebih cepat dan dinamis. Namun, pertanyaannya adalah: apakah Ndiaye atau Fernandez-Pardo mampu menggantikan peran Gakpo yang diharapkan menjadi mesin gol? Atau justru keduanya akan menjadi investasi jangka panjang yang lebih menguntungkan?



