Tim Voli Putri Thailand Diguyur Bonus Rp4,6 Miliar Usai Kunci Tiket Olimpiade Los Angeles 2028
Baca dalam 60 detik
- Thailand memastikan tiket Olimpiade Los Angeles 2028 usai menaklukkan China di final Kejuaraan Voli Asia 2026.
- Bonus sebesar 11,76 juta baht akan dibagikan kepada 14 pemain, pelatih, dan asosiasi voli Thailand.
- Prestasi ini menegaskan dominasi Thailand di Asia dan menjadi sinyal bagi Indonesia untuk mempercepat regenerasi atlet.

Jakarta, LyndHub โ Tim voli putri Thailand berhak atas bonus senilai 11,76 juta baht atau sekitar Rp4,6 miliar dari Dana Pengembangan Olahraga Nasional (NSDF) setelah menaklukkan tuan rumah China pada final Kejuaraan Voli Asia 2026. Kemenangan dramatis 3-2 di Tianjin, Minggu (30/8), bukan sekadar gelar keempat bagi Thailand, melainkan juga tiket bersejarah menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Laga final berjalan sengit dengan Thailand sempat tertinggal 1-2 sebelum akhirnya memenangi dua set penentu. Skor akhir 25-20, 11-25, 23-25, 25-18, dan 15-10 menunjukkan mental baja para pemain Thailand saat menghadapi tekanan publik tuan rumah. Ini menjadi pencapaian monumental karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, voli putri Thailand akan tampil di panggung Olimpiade.
Wakil Perdana Menteri Thailand Songsak Thongsri yang juga menjabat ketua dewan eksekutif NSDF, bersama Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul, telah memerintahkan pengajuan proposal pembayaran bonus kepada dewan eksekutif. Proses ini mengacu pada regulasi NSDF 2026 yang mengatur pemberian penghargaan bagi atlet, pelatih, dan asosiasi olahraga yang mengharumkan nama Thailand di kancah internasional.
Rincian pembagian bonus menunjukkan komitmen Thailand dalam menghargai prestasi. Masing-masing dari 14 pemain akan menerima 600.000 baht, total mencapai 8,4 juta baht. Staf pelatih kebagian 840.000 baht, sementara asosiasi voli nasional memperoleh 2,52 juta baht. Total paket penghargaan yang diusulkan mencapai 11,76 juta baht, dan pembayaran akan diproses setelah mendapat persetujuan resmi dari dewan eksekutif NSDF.
Bagi Indonesia, prestasi Thailand ini menjadi cermin sekaligus tantangan. Voli putri Indonesia masih berkutat di level Asia Tenggara, sementara Thailand telah menembus level Asia dan dunia. Keberhasilan Thailand tidak lepas dari pembinaan usia muda yang konsisten dan dukungan finansial negara yang nyata. Skema bonus seperti NSDF bisa menjadi acuan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan atlet, terutama dalam menghadapi SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032 yang berpotensi digelar di kawasan Asia Tenggara.
โPrestasi ini adalah buah dari kerja keras dan sistem pembinaan yang matang. Thailand kini berdiri sejajar dengan raksasa Asia seperti China dan Jepang,โ ujar analis olahraga regional dalam komentarnya.
Keberhasilan Thailand juga mengirim sinyal bahwa persaingan voli putri Asia semakin ketat. China, yang selama ini mendominasi, harus mengakui keunggulan Thailand di kandang sendiri. Jepang dan Korea Selatan juga akan menjadi pesaing berat di Los Angeles nanti. Pertanyaannya, mampukah Thailand mempertahankan performa ini hingga 2028? Atau akankah muncul kejutan dari negara berkembang seperti Indonesia?



