Enric Mas Kunci Kemenangan di Vuelta: Jersei Merah Memberi Sayap
Baca dalam 60 detik
- Enric Mas memenangi etape kesembilan Vuelta a Espana dan memperkokoh posisi puncak klasemen, memanfaatkan absennya Tadej Pogacar.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi tim Movistar di tanah Spanyol dalam lima tahun, sekaligus menegaskan dominasi Mas di tanjakan.
- Dengan Pogacar yang cedera, persaingan menuju podium semakin terbuka, dan Mas kini unggul 1 menit 18 detik atas Primoz Roglic.

Enric Mas akhirnya merasakan manisnya memakai jersei merah di Vuelta a Espana. Pada etape kesembilan, Minggu (1/9), pebalap asal Spanyol itu tampil dominan di tanjakan Aitana dan meraih kemenangan etape keduanya di ajang ini setelah penantian panjang sejak 2018. Kemenangan ini sekaligus memperkuat posisinya di puncak klasemen umum, tepat di saat persaingan sedang memanas pasca mundurnya Tadej Pogacar.
Pogacar, yang sebelumnya memimpin balapan, harus tersingkir setelah mengalami kecelakaan pada etape kedelapan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. Menariknya, Mas sempat menolak mengenakan jersei merah di podium pada Sabtu sebagai bentuk penghormatan kepada rivalnya yang sedang dirawat. Namun pada hari perlombaan, ia justru tampil garang dan menunjukkan bahwa dirinya layak memimpin.
Etape sepanjang 187 kilometer itu berakhir di puncak Aitana, dan sejak awal terlihat akan menjadi ajang adu kuat para pendaki. Mas melancarkan serangan pada tiga kilometer terakhir, meninggalkan pebalap muda Inggris, Oscar Onley, yang harus puas finis kedua dengan waktu yang sama. Primoz Roglic finis ketiga dengan selisih 12 detik, sementara Felix Gall kehilangan 18 detik namun tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen.
Bagi Movistar, kemenangan ini terasa istimewa. Ini adalah kemenangan perdana mereka di tanah Spanyol dalam lima tahun terakhir. Mas, yang tiga kali menjadi runner-up Vuelta, akhirnya bisa merasakan kemenangan etape dengan jersei merah di punggungnya. "Sekarang saya mengerti Tadej Pogacar, jersei merah memberi sayap," ujarnya usai balapan. "Pagi ini saya bersemangat seperti anak kecil. Menang sambil memakai jersei merah adalah hal yang sangat spesial."
Dengan hasil ini, Mas semakin nyaman di puncak klasemen. Ia unggul 1 menit 18 detik atas Roglic, sementara Onley naik ke peringkat keempat dan hanya terpaut 41 detik dari Gall yang berada di posisi ketiga. Persaingan untuk podium semakin ketat, dan banyak pihak menilai absennya Pogacar membuka peluang bagi pebalap lain untuk bersaing lebih terbuka.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Vuelta a Espana memang tidak sepopuler Tour de France, namun tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kehadiran pebalap Asia seperti Harold Tejada dari Kolombia yang kini berada di peringkat kedelapan menunjukkan bahwa persaingan di ajang ini sangat internasional. Meski belum ada pebalap Indonesia yang tampil di level ini, perkembangan olahraga sepeda di tanah air terus meningkat, dan ajang seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Setelah hari istirahat pada Senin, para pebalap akan kembali bertarung pada etape kesepuluh yang menempuh jarak 184 kilometer dari Alcaraz ke Elche de la Sierra, dengan tiga tanjakan kategori tiga. Etape ini mungkin tidak seberat etape sebelumnya, tetapi tetap berpotensi mengubah peta klasemen. Pertanyaannya, akankah Mas mampu mempertahankan keunggulannya hingga akhir pekan di Madrid? Atau mampukah Roglic dan Onley memberikan perlawanan sengit?



