Roma Alihkan Incaran ke Malick Fofana, Luis Henrique Ditinggalkan
Baca dalam 60 detik
- Roma dilaporkan siap mengajukan tawaran €40 juta untuk merekrut winger Lyon, Malick Fofana, yang lebih memilih Serie A daripada Galatasaray.
- Pemain berusia 21 tahun asal Belgia itu menjadi prioritas utama pelatih Gian Piero Gasperini untuk memperkuat lini serang, menggantikan opsi Luis Henrique yang mandek.
- Keputusan ini menandai pergeseran strategi Roma di bursa transfer, dengan fokus pada pemain muda berpotensi tinggi meski harus bersaing dengan tawaran finansial lebih besar dari klub Turki.

AS Roma dikabarkan telah mengalihkan fokus perburuan pemain ke sayap Olympique Lyonnais, Malick Fofana, setelah negosiasi dengan Luis Henrique dari Inter Milan menemui jalan buntu. Klub ibu kota Italia itu disebut siap mengajukan proposal senilai €40 juta untuk mengamankan jasa pemain internasional Belgia berusia 21 tahun tersebut, yang justru lebih memilih berkarier di Serie A daripada tawaran menggiurkan dari Galatasaray.
Keputusan ini tak lepas dari desakan pelatih Gian Piero Gasperini yang vokal meminta tambahan amunisi di lini depan. Meski Roma tengah mendekati Rodrigo Mora dari FC Porto, sosok Fofana dinilai lebih cocok untuk mengisi sektor sayap yang selama ini menjadi titik lemah. Mora sendiri lebih sering beroperasi di area tengah, sehingga kebutuhan akan pemain lebar yang eksplosif menjadi prioritas.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Fofana menjadi target utama Roma dan ada kesepahaman dari pihak pemain. Kabar dari Tuttomercatoweb menyebutkan bahwa tawaran €40 juta sudah disiapkan, dan kabar baiknya, pemain tersebut lebih condong ke Roma meski Galatasaray bisa memberikan gaji lebih tinggi. Situasi ini menunjukkan daya tarik kompetisi Italia yang masih kuat di mata pemain muda Eropa.
Sebelumnya, Roma sempat mempertimbangkan Luis Henrique sebagai opsi, namun negosiasi berjalan dingin. Pemain asal Brasil itu juga tidak yakin dengan kepindahan tersebut, sehingga semua pihak sepakat untuk mencari alternatif lain. Fofana pun muncul sebagai kandidat ideal, mengingat usianya yang masih muda dan potensi berkembang yang besar.
Lyon sendiri memboyong Fofana dari KAA Gent pada Januari 2024 dengan biaya €19,5 juta. Namun, musim lalu ia hanya tampil dalam 16 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan satu assist. Hal ini disebabkan cedera pergelangan kaki yang memaksanya menjalani operasi pada Oktober 2025 dan baru pulih pada Maret 2026. Meski demikian, bakatnya yang sudah teruji di Liga Belgia dan Prancis membuatnya tetap diminati klub-klub besar Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Roma ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai berani berinvestasi pada pemain muda berbakat dari liga-liga sekunder. Fofana, yang pernah bersinar di Liga Belgia, menjadi contoh nyata bahwa talenta di luar lima liga top Eropa bisa menembus klub sebesar Roma. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional, di mana pemain muda Indonesia perlu lebih berani mencoba peruntungan di liga Eropa meski harus memulai dari kompetisi yang lebih kecil.
Jika transfer ini terealisasi, Fofana akan menjadi rekrutan kedua Roma setelah Mora, dan diharapkan mampu menambah daya gedor tim. Namun, tantangan terbesar adalah adaptasi dengan intensitas Serie A yang tinggi serta persaingan ketat di lini depan. Apakah Fofana bisa membuktikan nilai transfernya dan menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi Roma? Kita tunggu perkembangan selanjutnya di bursa transfer musim panas ini.



