Monza Kembali Tersandung: Dua Gol di Masa Injury Time Bawa Udinese Menang 3-2
Baca dalam 60 detik
- Udinese memanfaatkan dua blunder di masa injury time babak pertama untuk membungkam Monza 3-2 di Stadion Brianteo.
- Kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi tim asuhan Kosta Runjaiฤ setelah hanya bermain imbang melawan Como di laga perdana.
- Monza harus segera berbenah karena dua kekalahan beruntun di awal musim Serie A bisa menjadi sinyal bahaya bagi ambisi mereka bertahan di kasta tertinggi.

Dua kesalahan fatal di masa injury time babak pertama menjadi mimpi buruk bagi Monza. Tim tuan rumah harus menyerah 2-3 dari Udinese dalam lanjutan Serie A yang berlangsung di Stadion Brianteo, Sabtu (24/8) malam WIB. Kekalahan ini membuat Monza belum meraih satu poin pun setelah dua pekan kompetisi, sementara Udinese berhasil mengamankan kemenangan perdana mereka musim ini.
Jalannya pertandingan sejatinya memperlihatkan dominasi Monza di babak pertama. Tim besutan Alessandro Nesta tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang emas. Andrea Colpani nyaris membuka keunggulan pada menit ke-20, namun tendangannya masih bisa dihalau lini belakang Udinese. Beberapa menit kemudian, giliran Patrick Cutrone yang mengancam, tetapi sepakannya mampu diblok Abankwah. Samuele Birindelli juga sempat menguji kiper Maduka Okoye dengan sundulan dari sudut sempit.
Namun, sepak bola kerap memberikan kejutan. Justru Udinese yang unggul lebih dulu pada menit ke-32 melalui Jakub Piotrowski. Gol tersebut berawal dari kesalahan umpan pemain Monza di lini tengah yang dengan mudah dimanfaatkan tim tamu. Piotrowski yang berada di posisi bebas melepaskan tembakan dari jarak 12 yard yang tak mampu dihalau Demba Thiam. Monza sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-37 lewat aksi individu Colpani yang lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Okoye dalam situasi satu lawan satu.
Keunggulan itu tak bertahan lama. Di masa injury time, Monza justru hancur lebur. Demba Thiam melakukan blunder pada menit ke-45 saat gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh Hassane Kamara. Bola yang seharusnya bisa diamankan justru melesak masuk ke gawang. Dua menit berselang, giliran Jurgen Ekkelenkamp yang mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Thiam. Udinese pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.
Memasuki babak kedua, Monza mencoba bangkit. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-63 melalui sundulan Gustavo Varela memanfaatkan umpan silang Ebeneezer Akinsanmiro. Gol tersebut merupakan yang kedua bagi Varela dalam dua penampilan Serie A-nya. Sayangnya, upaya Monza untuk menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil. Dany Mota Carvalho yang masuk sebagai pemain pengganti sempat mengancam, namun tendangannya masih bisa digagalkan Okoye.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Monza yang berambisi memperbaiki posisi setelah musim lalu finis di papan tengah. Pelatih Alessandro Nesta harus segera mencari solusi atas rapuhnya lini belakang yang menjadi biang keladi kekalahan. Di sisi lain, Udinese menunjukkan mentalitas kuat dengan mampu memanfaatkan setiap celah yang diberikan lawan. Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi tim asuhan Kosta Runjaiฤ untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pertandingan ini menjadi pelajaran tentang pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit. Kesalahan-kesalahan individu yang terjadi di masa injury time membuktikan bahwa pertandingan belum berakhir sampai wasit meniup peluit panjang. Skuad Garuda pun bisa mengambil hikmah dari laga ini, terutama dalam hal manajemen emosi dan fokus di akhir babak.
Ke depan, Monza dihadapkan pada jadwal berat melawan tim-tim papan atas. Pertanyaan besarnya, akankah Nesta mampu membenahi pertahanan timnya sebelum terlambat? Atau justru Udinese yang akan terus melaju dan menjadi kejutan musim ini? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kiprah kedua tim di Serie A.



