Nusa dan Nkunku Bawa RB Leipzig Hancurkan Gladbach 3-0 di Debut Demichelis
Baca dalam 60 detik
- RB Leipzig memulai musim Bundesliga dengan kemenangan telak 3-0 atas Borussia Mönchengladbach, ditandai gol spektakuler Antonio Nusa dan assist Christopher Nkunku.
- Kemenangan ini menjadi debut manis bagi pelatih anyar Martín Demichelis, sekaligus sinyal bahaya bagi kompetitor di papan atas.
- Dengan performa impresif Nusa dan kembalinya Nkunku, Leipzig diprediksi menjadi salah satu penantang serius gelar juara musim ini.

RB Leipzig mengawali musim Bundesliga dengan pesta gol 3-0 atas Borussia Mönchengladbach pada laga perdana yang digelar di Red Bull Arena, Sabtu (24/8). Kemenangan ini sekaligus menjadi debut manis bagi pelatih anyar Martín Demichelis, yang langsung mempersembahkan tiga poin penuh di hadapan publik sendiri. Gol-gol kemenangan Leipzig dicetak oleh Ridle Baku (26'), Antonio Nusa (49'), dan Rocco Reitz (66'), dengan assist dari Tidiam Gomis dan Christopher Nkunku.
Demichelis, yang baru ditunjuk menggantikan pelatih sebelumnya, melakukan satu perubahan dari tim yang menang di Piala DFB, dengan memasukkan Rocco Reitz yang berhadapan dengan mantan klubnya. Di kubu Gladbach, pelatih Eugen Polanski melakukan dua pergantian, mempercayakan posisi starter kepada Kou Itakura dan Tim Kleindienst, serta memberikan debut Bundesliga kepada Daiki Hashioka. Namun, perubahan tersebut tidak mampu membendung agresivitas tuan rumah.
Sejak awal, Gladbach mencoba tampil percaya diri, namun Leipzig perlahan mengambil alih kendali permainan. Gol pembuka lahir pada menit ke-26 melalui kerja sama apik antara Baku dan Gomis, yang diakhiri dengan penyelesaian tenang Baku dari dalam kotak penalti. Sebelum turun minum, peluang emas juga didapat Ezechiel Banzuzi, Nusa, dan Willi Orbán, yang sundulannya masih membentur mistar gawang. Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Leipzig langsung tancap gas. Empat menit setelah restart, Gomis memberikan umpan terobosan kepada Nusa yang dengan tenang memotong dari sisi kiri dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang dari jarak 17 meter. Gol ini menjadi sorotan utama, mengingat probabilitas golnya hanya 8 persen menurut data statistik Bundesliga. Kiper Gladbach, Moritz Nicolas, sempat menjadi tembok dengan serangkaian penyelamatan gemilang, namun ia tak mampu berbuat banyak saat Nkunku, yang baru masuk menggantikan Gomis, memberikan assist kepada Reitz pada menit ke-66. Reitz, yang merupakan mantan pemain Gladbach, melepaskan tembakan keras dari jarak 12 meter untuk memperbesar keunggulan.
Gladbach berusaha memperkecil kekalahan melalui Franck Honorat dan Hugo Bolin, namun gol Bolin di masa injury time dianulir VAR karena offside. Skor 3-0 bertahan hingga akhir laga. Kemenangan ini tidak hanya membawa Leipzig ke puncak klasemen sementara, tetapi juga menjadi pernyataan ambisi mereka musim ini. Antonio Nusa tampil impresif dan dinobatkan sebagai Man of the Match dengan 30 persen suara penggemar, sementara data Bundesliga mencatat xGoals Leipzig mencapai 3.96 berbanding 1.02 milik Gladbach.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren taktik modern di Eropa, di mana pressing ketat dan transisi cepat menjadi kunci. Demichelis, yang dikenal sebagai pelatih muda dengan ide segar, tampaknya berhasil meramu skuad Leipzig menjadi mesin gol yang efisien. Sementara itu, kembalinya Nkunku setelah masa peminjaman memberikan dimensi baru di lini serang, yang bisa menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas Bundesliga lainnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Leipzig mampu mempertahankan konsistensi ini sepanjang musim. Dengan kedalaman skuad yang mumpuni dan racikan taktik yang matang, mereka berpotensi menjadi pesaing utama Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Namun, perjalanan masih panjang, dan ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi tim-tim yang lebih tangguh. Akankah Leipzig akhirnya memecah dominasi Bayern musim ini? Kita tunggu saja.



