Hat-trick Ebnoutalib Tak Cukup, Frankfurt Ditahan Imbang Union Berlin di Laga Pembuka Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Eintracht Frankfurt harus puas berbagi angka 3-3 dengan Union Berlin pada pekan perdana Bundesliga, meski Younes Ebnoutalib mencetak trigol.
- Ebnoutalib menjadi pemain Frankfurt pertama sejak 2018 yang mencetak hat-trick di Bundesliga, namun performa gemilangnya belum mampu mengamankan tiga poin.
- Dua pelatih anyar, Mauro Lustrinelli dan Adi Hütter, sama-sama mengawali musim dengan hasil imbang yang menyimpan banyak catatan taktis.

Eintracht Frankfurt gagal membawa pulang kemenangan dari markas Union Berlin setelah ditahan imbang 3-3 pada laga perdana Bundesliga musim 2025/2026 di Stadion An der Alten Försterei, akhir pekan ini. Padahal, tim tamu sempat unggul dua gol berkat hat-trick Younes Ebnoutalib, namun ketangguhan tuan rumah di menit akhir memupus harapan tersebut.
Laga yang berlangsung sengit ini menjadi panggung bagi dua pelatih anyar: Mauro Lustrinelli yang baru menukangi Union Berlin, dan Adi Hütter yang kembali menangani Frankfurt setelah periode pertamanya. Kedua tim juga menurunkan sejumlah pemain debutan Bundesliga, seperti Emmanuel Latte Lath, Zeno van den Bosch, dan Michel Aebischer di kubu Union, serta Noah Atubolu, Raphael Onyedika, Jeremiaha Maluze, dan Keita Kosugi di sisi Frankfurt.
Jalannya pertandingan langsung panas sejak menit awal. Union Berlin membuka keunggulan cepat melalui sundulan Latte Lath memanfaatkan umpan tendangan pojok Josip Juranović pada menit ketiga. Namun, Frankfurt merespons dengan cepat. Ebnoutalib menyamakan kedudukan pada menit kesepuluh setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti, lalu hanya berselang 51 detik, ia kembali menjebol gawang tuan rumah setelah memanfaatkan kesalahan umpan Leopold Querfeld.
Memasuki babak kedua, Frankfurt tampak mengendalikan permainan. Ebnoutalib melengkapi trigolnya pada menit ke-67 dengan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Matheo Raab. Gol tersebut sekaligus menegaskan catatan historis: ia menjadi pemain Frankfurt pertama yang mencetak hat-trick di Bundesliga sejak Luka Jović pada Oktober 2018. Namun, keunggulan dua gol tersebut tidak bertahan lama.
Union Berlin tidak menyerah. Querfeld memperkecil ketertinggalan lewat sundulan pada menit ke-79, juga berawal dari umpan Juranović. Saat laga memasuki masa injury time, Tim Skarke menjadi pahlawan tuan rumah dengan menyelesaikan umpan Querfeld menggunakan tumit pada menit 90+2, memaksa skor berakhir imbang dan memicu euforia di tribun Alte Försterei.
Hasil ini menjadi sinyal bagi kedua tim bahwa persaingan musim ini akan ketat. Bagi Frankfurt, kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol menjadi pekerjaan rumah bagi Adi Hütter, terutama dalam hal soliditas pertahanan. Sementara itu, Union Berlin menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang bisa menjadi modal berharga ke depan.
Di tengah euforia Bundesliga, laga ini juga menarik untuk dicermati publik Indonesia, mengingat semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merambah liga-liga Eropa. Meski belum ada nama Indonesia yang tampil, perkembangan kompetisi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola Tanah Air untuk menembus level tertinggi Eropa.
Pertanyaan selanjutnya: akankah Adi Hütter segera membenahi lini belakang Frankfurt agar tidak kembali kehilangan poin di menit akhir? Atau justru Union Berlin akan menjadi kejutan musim ini di bawah arahan Lustrinelli? Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim.



