Liverpool Gagal Dapat Lamine Camara, Chelsea Pimpin Perburuan Gelandang Bertahan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool telah menanyakan syarat transfer Lamine Camara pada Juli lalu, tetapi belum ada perkembangan berarti dalam beberapa hari terakhir.
- Chelsea, di bawah arahan Xabi Alonso, menjadi kandidat terkuat dengan nilai transfer mencapai ยฃ50-60 juta dan jadwal medis sudah disiapkan.
- Kegagalan merekrut gelandang bertahan baru membuat Liverpool berisiko kembali rapuh di lini tengah, dengan Alex Scott sebagai alternatif yang kurang ideal.

Kebutuhan Liverpool akan gelandang bertahan spesialis kembali terekspos setelah ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest pada Sabtu lalu. Untuk pekan kedua beruntun, lini tengah The Reds terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik lawan. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: akankah manajemen bergerak cepat di sisa bursa transfer yang hanya menyisakan beberapa hari?
Legenda Liverpool, Steven Gerrard, dalam analisisnya sebelum pertandingan, menyoroti kelemahan yang selama ini luput dari perhatian. Menurutnya, sejak kepergian Fabinho, tim tidak memiliki sosok "penghancur" yang mampu menjaga stabilitas di tengah. Gerrard menilai ketiadaan pemain bertipe tersebut membuat gelandang serang seperti Szoboszlai, Gravenberch, dan Mac Allister kesulitan untuk leluasa maju membantu serangan karena harus turun membantu pertahanan.
Kekhawatiran Gerrard terbukti di lapangan. Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, meski kecewa dengan hasil imbang, mengakui timnya tampil buruk di babak pertama namun membaik di babak kedua. Ia menekankan bahwa timnya harus tampil lebih intens dan mengancam jika ingin memenangkan pertandingan. Sementara itu, terkait bursa transfer, Iraola memilih bersabar dan menunggu hingga 2 September untuk melihat skuad finalnya.
Di tengah spekulasi, Fabrizio Romano memberikan kejelasan mengenai salah satu nama yang santer dikaitkan dengan Anfield: Lamine Camara. Dalam video terbarunya, Romano mengonfirmasi bahwa Liverpool sempat menanyakan kondisi transfer pemain Monaco tersebut pada Juli lalu. Namun, dalam beberapa hari terakhir tidak ada perkembangan signifikan. Romano juga menegaskan bahwa Chelsea, yang kini ditangani Xabi Alonso, menjadi klub yang paling serius mengejar pemain berusia 22 tahun itu. Laporan dari Senegal bahkan menyebut Chelsea telah menjadwalkan tes medis dan nilai transfernya mencapai ยฃ50-60 juta.
Kegagalan Liverpool merekrut gelandang bertahan baru menjadi sorotan. Sejak Fabinho hengkang, lini tengah The Reds memang kehilangan sosok yang mampu memutus serangan lawan. Gerrard menegaskan bahwa tim ini sangat membutuhkan pemain yang bisa menjaga area tengah dan memberikan keamanan bagi lini belakang. Tanpa pemain seperti itu, Liverpool akan terus kesulitan menghadapi tim yang mengandalkan serangan balik cepat.
Alternatif yang muncul adalah Alex Scott dari Bournemouth. Namun, Scott lebih merupakan gelandang box-to-box yang progresif, bukan tipe penghancur murni yang dibutuhkan. Ini menjadi dilema bagi Liverpool: apakah mereka akan memaksakan merekrut Scott atau mencari opsi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis?
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak karena Liverpool memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Kegagalan merekrut pemain yang tepat bisa berdampak pada performa tim di kompetisi domestik dan Eropa. Selain itu, persaingan sengit di bursa transfer antara klub-klub besar Eropa juga menjadi tontonan tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional.
Dengan bursa transfer yang akan ditutup pada Selasa malam, Liverpool harus bergerak cepat. Pertanyaannya, apakah mereka akan mampu mengamankan gelandang bertahan yang diinginkan, atau kembali gagal dan harus menanggung risiko di musim ini? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah musim The Reds.



