Hull dan Coventry Berebut Josh Brownhill: Solusi Lini Tengah yang Lebih Tajam dari Hjerto-Dahl dan Hamer
Baca dalam 60 detik
- Hull City dikabarkan telah menghubungi Al Shabab untuk menanyakan ketersediaan Josh Brownhill, dengan Coventry City juga memantau situasi gelandang asal Inggris tersebut.
- Brownhill mencetak 18 gol di Championship musim 2024/25 bersama Burnley, jumlah yang lebih banyak dari total karier Hjerto-Dahl dan Hamer yang belum pernah mencapai dua digit.
- Kedua tim promosi ini membutuhkan tambahan daya gedor dari lini tengah, dan pengalaman Brownhill di Premier League bisa menjadi pembeda dalam perburuan gelandang serang.

Hull City dan Coventry City, dua tim promosi ke Premier League musim ini, dikabarkan tengah bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Josh Brownhill dari Al Shabab. Gelandang berusia 30 tahun itu dianggap sebagai solusi atas kebuntuan lini tengah kedua tim yang belum menunjukkan ketajaman di depan gawang. Menurut laporan TEAMtalk, Hull telah melakukan kontak awal dengan klub asal Arab Saudi tersebut, sementara Coventry disebut-sebut ikut memantau perkembangannya.
Kedua tim memulai musim dengan hasil yang kontras. Hull mengejutkan banyak pihak dengan menaklukkan Manchester United 2-0 di MKM Stadium, sementara Coventry harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Arsenal. Namun, di balik hasil tersebut, ada satu kelemahan yang mencolok: lini tengah kedua tim belum mampu memberikan kontribusi gol yang signifikan. Dua gol Hull ke gawang MU justru lahir dari kaki bek tengah, sedangkan Coventry gagal mencetak gol sama sekali.
Manajer Hull, Sergej Jakirovic, dan Frank Lampard di kubu Coventry sama-sama sadar akan kebutuhan ini. Mereka telah mendatangkan gelandang baru, yakni Jens Hjerto-Dahl di Hull dan Gustavo Hamer yang kembali ke Coventry. Namun, catatan gol kedua pemain tersebut masih jauh dari kata memuaskan. Hjerto-Dahl hanya mencetak lima gol dalam 37 penampilan bersama Sheffield United di Championship musim lalu, sementara Hamer belum pernah menembus dua digit gol dalam semusim penuh.
Di sinilah nama Brownhill muncul sebagai kandidat yang lebih menjanjikan. Sebelum hijrah ke Al Shabab, pemain yang sempat membela Burnley itu mencatatkan 18 gol di Championship pada musim 2024/25. Angka tersebut lebih banyak dari total gol Hjerto-Dahl dan Hamer sepanjang karier mereka. Bahkan, jika ditambah dengan 11 golnya bersama Al Shabab di semua kompetisi, total koleksinya mencapai 29 gol sejak awal musim 2024/25โlebih banyak dari gabungan dua musim terakhir kedua gelandang muda tersebut.
Pengalaman Brownhill di Premier League juga menjadi nilai jual utama. Pada musim 2023/24 bersama Burnley, ia mencetak empat gol dari 1.93 xG dan dua assist dalam 23 penampilan sebagai starter. Ini membuktikan bahwa ia mampu tampil efektif di kasta tertinggi, sesuatu yang belum dimiliki oleh Hjerto-Dahl maupun Hamer. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, Brownhill bisa menjadi sosok penting bagi Hull atau Coventry dalam upaya mereka menghindari degradasi.
Bagi Hull, kehadiran Brownhill akan menambah opsi di lini tengah yang selama ini mengandalkan kreativitas Hjerto-Dahl. Sementara bagi Coventry, kembalinya Hamer belum cukup untuk menambal kebuntuan di lini depan. Brownhill, dengan naluri mencetak golnya, bisa menjadi jawaban atas kebutuhan kedua tim akan gelandang yang mampu menusuk dari lini kedua.
Namun, persaingan tidak akan mudah. Al Shabab mungkin memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan finansial, mengingat kondisi keuangan klub yang sedang membutuhkan dana segar. Kedua tim harus bergerak cepat sebelum tenggat waktu transfer pada Selasa mendatang. Apakah salah satu dari mereka akan berhasil mengamankan jasa Brownhill? Atau akankah ada kejutan di menit-menit akhir bursa transfer? Kita tunggu saja.



