Bandara Nashville Resmi Berganti Nama: Dolly Parton, Ikon Musik Country, Diabadikan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Tennessee dan otoritas bandara sepakat mengabadikan nama Dolly Parton di Nashville International Airport sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya.
- Langkah ini menegaskan peran Dolly Parton tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga filantropis yang dampaknya terasa hingga riset medis dan literasi anak.
- Penggantian nama ini menjadi simbol bagaimana sebuah kota mengintegrasikan warisan budaya dalam infrastruktur publik, memicu diskusi tentang apresiasi tokoh di Indonesia.

Nashville International Airport, gerbang utama menuju ibu kota musik country Amerika Serikat, resmi akan menyandang nama Dolly Parton. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah sang legenda tutup usia pada Selasa (25/8) di usia 80 tahun, setelah menjalani perawatan di Vanderbilt-Ingram Cancer Center. Penghormatan ini datang dari Gubernur Tennessee Bill Lee dan otoritas bandara setempat, menjadikan bandara tersebut sebagai pengingat abadi akan jasa dan warisan sang ikon.
Gubernur Lee, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kehidupan Dolly Parton tidak bisa dilepaskan dari identitas Tennessee. "Dari rumahnya di pegunungan East Tennessee hingga panggung dunia, Dolly membawa semangat kerelawanan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa bandara adalah tempat Tennessee menyambut dunia, sehingga wajar jika nama Dolly melekat di sana, membawa warisan musik, kemurahan hati, dan kebaikannya kepada setiap pengunjung.
Doug Kreulen, Presiden dan CEO Otoritas Bandara Metropolitan Nashville, menyambut baik keputusan ini. Menurutnya, bandara adalah 'pintu depan' bagi Music City dan harus mencerminkan nilai-nilai terbaik komunitas. "Dolly memahami bahwa martabat, kebaikan, dan kesempatan tidak boleh dibatasi oleh asal-usul atau status sosial ekonomi," katanya. Kreulen menekankan bahwa semangat inilah yang ingin dihidupkan di bandara, di mana setiap penumpang, baik yang naik pesawat pribadi maupun penerbangan pertama, diperlakukan setara.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh tim Dolly Parton kepada media. Mereka menyebut bahwa Dolly meninggal setelah 'pertempuran singkat melawan kanker'. Dalam pernyataannya, timnya mengenang Dolly sebagai sosok yang membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam setiap hal yang ia sentuh. "Kemurahan hatinya yang tak tertandingi menjangkau banyak orang yang tak pernah ia temui," tulis mereka, seraya menyoroti donasi ratusan juta buku melalui Imagination Library dan pendanaan riset yang membantu menciptakan vaksin penyelamat jiwa.
Bagi Indonesia, penghormatan semacam ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kita mengapresiasi tokoh budaya. Di tengah maraknya penamaan infrastruktur dengan nama pahlawan nasional, kasus Dolly Parton menunjukkan bahwa apresiasi juga bisa diberikan kepada mereka yang berjasa di bidang seni dan filantropi. Langkah ini bisa menjadi refleksi bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk lebih kreatif dalam mengabadikan nama tokoh yang berdampak luas, bukan hanya dari kalangan politik atau militer.
Penggantian nama bandara ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata Nashville. Sebagai destinasi yang sudah dikenal dengan musik country, nama Dolly Parton akan semakin memperkuat identitas kota tersebut di mata wisatawan global. Bagi para penggemar Dolly di Indonesia, ini bisa menjadi alasan baru untuk mengunjungi Nashville, sekaligus mengenang karya dan dedikasi sang legenda.
Ke depan, proses resmi penggantian nama ini akan berjalan melalui tahapan administratif dan persetujuan dewan kota. Meski demikian, dukungan publik yang luas diperkirakan akan memperlancar proses tersebut. Pertanyaannya, apakah akan ada bandara atau infrastruktur lain di dunia yang mengikuti jejak Nashville dalam mengabadikan nama tokoh budaya? Atau mungkinkah Indonesia memiliki inisiatif serupa untuk menghormati budayawan dan senimannya?



