Debut Alonso di Chelsea: Kemenangan 3-2 atas Fulham, Palmer dan Joao Pedro Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memulai era Xabi Alonso dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham di Premier League.
- Cole Palmer dan Joao Pedro tampil impresif, mencetak gol cepat dan menunjukkan kebangkitan performa.
- Kemenangan ini menandai awal yang positif bagi Alonso, meski masih ada pekerjaan rumah di lini belakang.

LONDON โ Chelsea mengawali era baru di bawah pelatih Xabi Alonso dengan kemenangan menegangkan 3-2 atas Fulham dalam laga Premier League di Craven Cottage, Senin (24/8) malam WIB. Gol cepat Cole Palmer dan Joao Pedro pada babak pertama, ditambah gol Morgan Rogers, memastikan tiga poin perdana bagi The Blues di musim ini.
Pertandingan baru berjalan 31 detik ketika Palmer, yang musim lalu diganggu cedera, memberikan umpan terobosan kepada Joao Pedro. Penyerang asal Brasil itu dengan tenang melewati kiper Bernd Leno dan menceploskan bola ke gawang. Gol tersebut tercatat sebagai gol tercepat di pekan pembuka Premier League dalam 34 tahun sejarah kompetisi.
Fulham sempat menyamakan kedudukan melalui Josh King pada menit ke-24, memanfaatkan kelengahan kiper Robert Sanchez di tiang dekat. Namun, keunggulan Chelsea kembali terbangun pada menit ke-41 ketika bek anyar Maxence Lacroix menusuk dari sisi kanan dan memberikan umpan tarik kepada Rogers, yang dengan dingin menuntaskannya menjadi gol. Empat menit setelah turun minum, Joao Pedro kembali menjadi kreator dengan memberikan assist bagi Palmer yang melepaskan tembakan menembus celah kaki Leno.
Fulham tidak menyerah. Gonzalo Garcia, yang baru debut di liga setelah pindah dari Real Madrid, memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 lewat sundulan memanfaatkan bola muntah dari tembakan Timothy Castagne. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan datang pada menit ke-78, tetapi chip dari Antonee Robinson masih melebar tipis di sisi gawang Sanchez.
Kemenangan ini menjadi debut kompetitif yang manis bagi Alonso, yang sebelumnya menukangi Bayer Leverkusen dan sempat menangani Real Madrid. Menariknya, lawannya kali ini adalah Alvaro Arbeloa, mantan rekan setimnya di Liverpool dan tim nasional Spanyol, yang juga menjalani debut sebagai pelatih di Premier League. Arbeloa sempat menggantikan Alonso sebagai pelatih Real Madrid musim lalu.
Di sisi lain, sorotan negatif tertuju pada Enzo Fernandez. Gelandang Argentina itu mendapat cemoohan dari suporter tuan rumah saat masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, menyusul rumor kepindahannya ke Manchester City. Situasi ini bisa menjadi bahan perhatian bagi Alonso dalam menjaga keharmonisan tim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menegaskan bahwa Premier League tetap menjadi barometer utama persaingan klub-klub Eropa. Ketatnya persaingan di papan atas, dengan investasi besar seperti yang dilakukan Chelsea, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang instan. Alonso masih harus meramu strategi agar timnya konsisten, terutama dengan masih cedernya Moises Caicedo dan bek anyar Marco Palestra. Kiper Sanchez juga akan menghadapi tantangan dari Mike Penders yang kembali dari masa pinjaman.
Dengan tiga poin di tangan, Chelsea untuk sementara memuncaki klasemen. Namun, perjalanan masih panjang. Pertanyaan besarnya: akankah gaya bermain menyerang ala Alonso mampu bertahan menghadapi tekanan tim-tim besar lainnya? Atau justru lini belakang yang rapuh akan menjadi batu sandungan? Musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi filosofi sang pelatih asal Spanyol.



