Fajar/Fikri Bangkit dari Tekanan, Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Baca dalam 60 detik
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menaklukkan wakil Korea Selatan dengan skor 21-15, 14-21, 21-12 di New Delhi, Kamis.
- Kemenangan ini mengantarkan ganda putra Indonesia itu melaju ke babak delapan besar, sekaligus menjaga asa meraih gelar juara dunia.
- Meski menang, Fajar mengakui penampilannya belum maksimal dan berjanji tampil lebih baik di laga berikutnya.

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah mereka ke perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah menumbangkan pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dengan skor 21-15, 14-21, 21-12 di New Delhi, India, Kamis (28/8/2026). Kemenangan ini menjadi jawaban atas tekanan yang menghampiri mereka di gim kedua, sekaligus menegaskan kapasitas ganda putra unggulan kedua itu sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Fajar/Fikri sempat kehilangan ritme di gim kedua akibat kesulitan beradaptasi dengan kondisi angin di lapangan tiga. Keunggulan Kang/Ki yang bermain lebih rapi dan aman membuat pasangan Indonesia kehilangan kendali. Namun, pada gim penentuan, Fajar/Fikri tampil lebih agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan, yang akhirnya membawa mereka menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 21-12.
Fajar mengakui bahwa penampilannya hari itu belum sesuai harapan. "Saya merasa permainan hari ini masih kurang baik meskipun kami menang. Semoga besok bisa tampil jauh lebih baik. Sekarang kami akan memaksimalkan pemulihan kondisi," ujarnya dalam keterangan resmi PBSI. Pernyataan ini menunjukkan mentalitas seorang juara yang tidak pernah puas, sekaligus menjadi sinyal bagi lawan-lawan berikutnya bahwa Fajar/Fikri masih memiliki ruang untuk berkembang.
Fikri menambahkan bahwa pasangan Korea tampil lebih solid dibandingkan pertemuan sebelumnya. "Mereka bermain lebih aman dan lebih rapi, sementara tekanannya juga lebih kuat. Kami justru kurang siap, terutama pada awal gim kedua. Adaptasi terhadap kondisi angin juga terlambat karena di lapangan tiga perbedaannya cukup terasa," jelasnya. Pengakuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih menjelang laga-laga berikutnya.
Bagi Indonesia, kelolosan Fajar/Fikri ke perempat final bukan sekadar prestasi individu. Ini adalah sinyal positif bagi sektor ganda putra yang tengah membangun kembali dominasi di kancah internasional. Setelah sukses mempertahankan peringkat dua dunia usai juara China Open, Fajar/Fikri kini dihadapkan pada ekspektasi tinggi untuk membawa pulang gelar juara dunia. Tekanan ini, menurut pengamat bulu tangkis, justru bisa menjadi bahan bakar motivasi, asalkan dikelola dengan baik.
Keberhasilan ini juga menjadi perhatian bagi para penggemar bulu tangkis di Tanah Air yang menantikan aksi mereka di babak selanjutnya. Dengan persiapan yang matang dan perbaikan adaptasi terhadap kondisi lapangan, Fajar/Fikri berpeluang melaju lebih jauh. Namun, mereka harus mewaspadai lawan-lawan tangguh yang juga lolos ke perempat final, termasuk pasangan-pasangan unggulan dari China, Jepang, dan Denmark.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Fajar/Fikri mempertahankan konsistensi dan mengatasi kelemahan di awal gim untuk melangkah hingga partai puncak? Jawabannya akan terungkap dalam laga perempat final yang dinanti, di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Dengan dukungan penuh dari publik Indonesia, harapan untuk melihat pasangan ini mengangkat trofi juara dunia tetap terbuka lebar.



