Arsenal Incar Julian Alvarez di Menit Akhir: Langkah Terbaik Sejak Declan Rice?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal berpotensi mendatangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid, dengan kesepakatan klub dikabarkan telah tercapai.
- Pemain Argentina itu menolak tawaran selain Barcelona, membuat negosiasi alot jelang penutupan bursa transfer.
- Jika berhasil, Alvarez dianggap sebagai perekrutan paling transformatif sejak kedatangan Declan Rice pada 2023.

Arsenal membidik Julian Alvarez sebagai target utama di sisa bursa transfer, dengan laporan dari Spanyol menyebut kesepakatan antara kedua klub telah terjalin. Namun, sang pemain masih bersikeras hanya ingin bergabung dengan Barcelona, membuat langkah The Gunners menemui jalan buntu di menit-menit akhir.
Setelah gagal meyakinkan Vinicius Junior dan Morgan Rogers, manajemen Arsenal yang dipimpin Andrea Berta kini memfokuskan upaya pada Alvarez. Penyerang Argentina itu tengah dalam situasi rumit di Atletico Madrid, di mana ia dicemooh pendukungnya sendiri saat kembali masuk skuad akhir pekan lalu. Keinginannya pindah ke Barcelona telah menjadi rahasia umum, dan kepergiannya dari Metropolitano tampaknya hanya soal waktu.
Menurut laporan media Spanyol, Arsenal telah mencapai kesepakatan dengan Atletico, tetapi Alvarez menolak semua klub kecuali Barcelona. Dalam panggilan langsung pekan lalu, ia secara gamblang menyampaikan penolakannya kepada perwakilan Arsenal. Situasi ini membuat transfer berpotensi berlarut hingga batas akhir bursa, dengan The Gunners berharap dapat meyakinkan pemain berusia 25 tahun itu untuk mengubah keputusan.
Jika berhasil, Alvarez akan menjadi perekrutan paling signifikan sejak Declan Rice bergabung pada 2023. Rice, yang dibeli dengan rekor klub ยฃ105 juta, telah membuktikan nilainya dengan menjadi kunci gelar Premier League dan membawa Arsenal ke final Liga Champions. Namun, musim lalu ia tampil terlalu banyak, bersama Martin Zubimendi, hingga kelelahan di akhir musim. Kedatangan Bruno Guimaraes dan kembalinya Mikel Merino diharapkan dapat meringankan beban mereka, tetapi lini depan masih menjadi titik lemah.
Kai Havertz, yang mencetak dua gol dalam dua laga awal, dinilai belum cukup tajam untuk memimpin serangan tim yang mengincar gelar Liga Champions. Sementara Viktor Gyokeres, meski mencetak 21 gol musim lalu, dianggap tidak konsisten. Alvarez, yang pernah disebut jurnalis Argentina Roy Nemer sebagai "penyerang terbaik dunia" pada Maret 2025, menawarkan kombinasi ideal: kemampuan menghubungkan permainan ala Havertz dan naluri mencetak gol ala Gyokeres. Statistiknya musim lalu menempatkannya di 6% teratas penyerang Eropa untuk peluang besar yang diciptakan dari permainan terbuka.
Bagi Arsenal, merekrut Alvarez bukan sekadar menambah amunisi, melainkan pernyataan ambisi. Seperti yang diungkapkan Josh Kroenke, kedatangan Rice adalah momen penting dalam proyek mereka. Kini, tiga tahun kemudian, tantangan serupa dihadapi di lini depan. Kegagalan mendatangkan Vinicius Junior menjadi pukulan, tetapi Alvarez bisa menjadi jawaban yang lebih tepat. Kemampuannya bermain di berbagai sistem dan kecocokannya dengan gaya bermain cepat Arsenal di sekitar kotak penalti menjadikannya kepingan puzzle yang hilang.
Di Indonesia, kabar ini menarik perhatian penggemar Premier League yang kerap mengikuti bursa transfer Eropa. Jika Arsenal sukses mengamankan Alvarez, persaingan gelar musim ini diprediksi semakin ketat, dengan Manchester City dan Liverpool tetap menjadi pesaing utama. Namun, jika gagal, The Gunners harus mencari alternatif di sisa waktu yang ada.
Pertanyaannya kini: akankah Alvarez memilih proyek Arsenal yang menjanjikan dibandingkan impian bermain di Camp Nou? Atau akankah Barcelona segera bergerak untuk mengamankan tanda tangannya? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah bursa transfer dan peta kekuatan Liga Inggris musim ini.



