Yamashita Pimpin CPKC Women's Open, Dua Remaja Kanada Jadi Ancaman
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Jepang, Miyu Yamashita, mencetak 62 pukulan (8-under par) pada putaran pertama CPKC Women's Open di Edmonton, unggul satu stroke dari rekan senegaranya, Nasa Hataoka.
- Dua remaja Kanada, Anna Huang (17) dan Michelle Xing (18), tampil mengejutkan dengan berada di posisi lima besar, menandakan regenerasi golf putri Kanada.
- Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi para pegolf muda Asia, termasuk Kiara Romero dari Amerika Serikat, yang baru pertama kali tampil sebagai anggota LPGA Tour.

Edmonton, Alberta โ Miyu Yamashita memulai CPKC Women's Open dengan sempurna. Pegolf asal Jepang itu mencatatkan skor 62 (8-under par) pada putaran pertama di Royal Mayfair, Kamis (21/8), untuk memimpin klasemen sementara dengan keunggulan satu stroke atas Nasa Hataoka. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada duel Jepang, melainkan juga pada dua remaja tuan rumah yang berani menembus papan atas.
Anna Huang, 17 tahun, dan Michelle Xing, 18 tahun, sama-sama menempati posisi lima besar setelah masing-masing membukukan skor 65. Huang, yang berasal dari Vancouver, sudah mengoleksi empat kemenangan di Ladies European Tour, sementara Xing, yang akan memulai tahun pertamanya di UCLA, tampil solid dengan permainan yang tenang. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri bagi kejuaraan nasional Kanada yang tahun ini terasa lebih kompetitif.
Yamashita, yang baru saja memenangkan Meijer LPGA Classic pada Juni lalu, menutup putaran paginya dengan birdie di hole 9. Ia mengaku puas dengan performanya, meski harus berjuang melawan gangguan nyamuk yang banyak beterbangan di lapangan yang dikelilingi pepohonan di tepi Sungai North Saskatchewan. "Sudah lama sejak saya menyelesaikan putaran pertama di posisi bagus. Saya bisa memasukkan beberapa putt dan senang dengan permainan saya," ujarnya.
Hataoka, yang finis dengan bogey di hole 9, juga mengeluhkan hal serupa. "Tidak ada angin hari ini dan banyak nyamuk," katanya singkat. Meski demikian, persaingan di puncak klasemen diprediksi akan berlangsung ketat. Kiara Romero, pegolf Amerika Serikat berusia 20 tahun yang baru pertama kali tampil sebagai anggota LPGA Tour, menempati posisi ketiga dengan skor 64. Ia unggul satu stroke atas Huang, Xing, dan Ruoning Yi dari China.
Di belakang mereka, Jennifer Kupcho memimpin kelompok dengan skor 66, sementara Nelly Korda yang berstatus nomor satu dunia harus puas dengan skor 67 bersama Brooke Henderson, juara 2018 dan 2025. Henderson mengakui skor hari ini sangat rendah dan berencana tampil agresif di putaran kedua. "Skor di sini sangat rendah. Saya hanya mencoba keluar besok dan membuat banyak birdie untuk mengejar mereka," kata Henderson.
Bagi penggemar golf Indonesia, penampilan para pegolf Asia di ajang ini menjadi perhatian tersendiri. Dominasi Jepang dan China di papan atas menunjukkan bahwa golf Asia semakin kompetitif di level dunia. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Indonesia yang tengah berusaha menembus panggung internasional. Keberhasilan Yamashita dan Hataoka yang konsisten di puncak klasemen membuktikan bahwa kerja keras dan mentalitas yang kuat mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia.
Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pegolf muda yang mencoba menembus LPGA Tour melalui jalur amatir. Romero, misalnya, adalah pemain kedua yang mendapatkan keanggotaan LPGA melalui LPGA Elite Amateur Pathway, setelah Lottie Woad tahun lalu. Fenomena ini menunjukkan bahwa regenerasi di golf putri berjalan cepat, dan nama-nama baru siap menggantikan generasi senior.
Dengan persaingan yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah apakah Yamashita mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir pekan. Tekanan akan semakin besar, terutama dengan kehadiran para pemain muda yang tidak gentar melawan nama-nama besar. Satu hal yang pasti, putaran kedua akan menjadi ujian mental bagi semua pemain yang berada di papan atas.



